Kamis, 19/12/2024 21:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan secara tegas menyatakan jika pada tahun 2025, Indonesia bakal setop impor bahan pangan pokok, salah satu gula.
Keputusan itu diambil karena melihat kemampuan daya tanam tebu sebagai tanaman penghasil gula di Indonesia.
Langkah penghentian impor untuk mendukung langkah pemerintah sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, agar bisa swasembada pangan dengan memenuhi kebutuhan pangan nasional.
"Kita tahun depan tidak impor gula, jagung untuk konsumsi, tidak impor barang, dan tidak impor beras," ujar Zulkifli saat meninjau ladang tebu di Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Kamis (19/12/2024).
Marc Klok Akui Persib Bandung Kewalahan saat Hadapi Bali United
Kejar Rekor Clean Sheet, Teja: Yang Penting Menang Dulu
MVP Lawan Persebaya, Allano: Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim
Zulhas sapaan akrabnya, optimis melihat potensi produksi gula di dalam negeri. Sejauh ini menurutnya, produksi gula di Indonesia mencapai 2,4 juta ton setahun dari kebutuhan gula produksi nasional mencapai 3,1 juta ton.
"Tahun depan diperkirakan akan 2,6 juta ton, tapi saya meyakini bisa sampai 2,7 juta ton. Kurang 500 ton, putuskan tidak usah impor cuma diputuskan dirawat kebunnya, saya optimis," ucap Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) ini.
Soal kekurangan 500 ribu ton itu kata Zulkifli, akan dibicarakan dan dirinya optimis dengan stok gula nasional darı tahun 2024 ini. Selain itu, pembukaan lahan tebu baru juga disebut menjadi opsi menggenjot hasil panen tebu untuk produksi gula.
"Kita ada stok dan tentu ada opsi lain pembukaan lahan baru. (Terkait kebutuhan pembukaan lahan gula baru) nanti masih mau dirapatkan di provinsi," kata Zulkifli.
Keyword : Zulkifli Hasan Impor Gula