MSF Sebut Wabah Ebola di RD Kongo Sangat Mengkhawatirkan

Minggu, 31/05/2026 14:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Perkembangan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo(DRC) sangat mengkhawatirkan, kata Wakil Direktur operasi Medecins Sans Frontieres (Doctors Without Borders), Alan Gonzalez pada Sabtu (30/5).

"Dua pekan menyusul pengumuman wabah penyakit Ebola di Provinsi Ituri, situasinya sangat mengkhawatirkan dan menjadi sumber kecemasan yang nyata bagi masyarakat dan petugas kesehatan garis depan," katanya melalui pernyataan.

Menurutnya, kecepatan penyebaran Ebola belum pernah terjadi sebelumnya, dan mereka yang berada di lapangan tidak mampu mengimbangi hal tersebut.

Dugaan kasus Ebola baru ditemukan setiap hari, tetapi proses pemeriksaan yang lamban menghambat hasil diagnosis tepat waktu. Kapasitas pemeriksaan harus segera ditingkatkan agar situasi tersebut, setidaknya dapat dikendalikan sebagian, katanya.

Pernyataan itu disampaikan saat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus saat melakukan kunjungan tingkat tinggi ke Ituri.

WHO telah menyatakan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Menurutnya, lebih dari 900 kasus suspek Ebola dilaporkan di Republik Demokratik Kongo, termasuk 223 kematian yang diduga akibat penyakit tersebut.

Wabah Ebola sebelumnya di DRC berakhir pada Oktober 2025.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

TERKINI
Mengenal Fardu Kifayah dan Contoh Ibadah yang Termasuk di Dalamnya Banjir Bandang Nepal-China Tewaskan 633 Orang, Hampir 3.000 Masih Hilang Presiden Iran Minta Trump Hindari Gejolak dan Pilih Jalur Dialog Ayat Al-Quran yang Menjelaskan tentang Maulid Nabi