Senin, 03/08/2026 16:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Inggris terancam mengalami resesi ekonomi pada 2027 apabila Selat Hormuz tak kunjung dibuka, menurut laporan surat kabar The Independent mengutip data perusahaan konsultan EY.
Laporan tersebut menyebutkan jika Selat Hormuz tak juga dibuka pada awal atau setidaknya pertengahan 2027, maka produk domestik bruto (PDB) Inggris hanya akan bertumbuh 0,5 persen pada 2026 dan turun 0,2 persen di 2027.
EY menyimpulkan dengan skenario buruk semacam itu, maka inflasi dapat naik hingga 6,4 persen pada akhir 2026 akibat kenaikan drastis biaya minyak dan energi.
Pada 8 Juli lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata, yang diteken dengan Iran pada 18 Juni, tidak lagi berlaku. Pasukan AS pun kembali melancarkan serangan ke Iran saat itu.
Imbas Perang Iran, Tingkat Kepuasan Trump Anjlok 35 Persen
AS Alihkan 44 Kapal, Iran Ancam Tembak Kapal Perang di Selat Hormuz
Jenderal Iran Tegaskan Tak Akan Izinkan Pembukaan Koridor Kedua di Hormuz
Komando Pusat AS (CENTCOM) berdalih serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Pasukan Iran pun merespons serangan AS dengan melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah, memblokade Selat Hormuz, dan menuding AS melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Sumber: Sputnik
Keyword : Selat HormuzResesi EkonomiPerang Iran