Rabu, 15/07/2026 22:32 WIB
Vilnius, Jurnas.com - Rusia merencanakan serangan terhadap infrastruktur penting di negara-negara Baltik atau Polandia. Demikian disampaikan Presiden Lituania dan Latvia dalam sebuah pernyataan bersama pada Rabu (15/7), mengutip laporan intelijen terbaru.
"Kita berbicara tentang infrastruktur energi dan transportasi, fasilitas-fasilitas di mana kerusakannya dapat mengganggu berfungsinya seluruh sistem energi," kata Presiden Lituania Gitanas Nauseda dan Presiden Latvia Edgars Rinkevics dikutip dari AFP.
"Perencanaan ini berlangsung di tingkat tertinggi, secara efektif di Moskow," keduanya menambahkan.
Rinkevics memperingatkan bahwa kawasan Baltik khususnya Estonia, Latvia, dan Lituania, serta Polandia yang merupakan anggota Uni Eropa dan NATO, harus bersiap menghadapi tindakan provokatif oleh Rusia, di saat sejumlah negara itu berupaya menguji pakta pertahanan bersama aliansi tersebut.
Uni Eropa Perpanjang Hak Tinggal Pelarian Perang Ukraina
Zelensky Tuntut Pejabat Bertanggung Jawab atas Serangan Gudang Senjata
Rusia Coba Retas Sistem Starlink demi Cegat Drone Ukraina
"Bahkan tanpa kemenangan total Ukraina, Rusia mungkin secara tidak langsung menguji Pasal 5 dan mekanisme respons di tingkat aliansi dan Uni Eropa," ujar Rinkevics.
Peringatan ini menjadi yang terbaru dari serangkaian kewaspadaan dari para pemimpin di sepanjang sayap timur NATO, yang mengisyaratkan bahwa Rusia diperkirakan bakal mencoba melakukan eskalasi lebih luas pasca perang selama lebih dari empat tahun.
Pada akhir Juni, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa berbagai jenis eskalasi dapat diperkirakan dalam beberapa minggu dan bulan mendatang, dan menyebut situasinya sangat tidak stabil.
Para pejabat Baltik dan Polandia sebelumnya telah mengaitkan Rusia dengan beberapa insiden termasuk pembakaran, serangan siber, dan sabotase pada jalur kereta api.
Diketahui, terletak di sepanjang Laut Baltik dan berbatasan dengan Rusia serta sekutu dekatnya, Belarus, Lituania telah menjadi sekutu utama bagi Ukraina sejak awal invasi skala penuh pada 2022.
Lituania juga menjadi negara belanja keamanan tertinggi NATO, dengan mengalokasikan 5,33 persen dari PDB-nya untuk pertahanan.