Menteri HAM Dorong Kemitraan Strategis Indonesia-Prancis Diperkuat

Rabu, 15/07/2026 10:12 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mendorong penguatan kemitraan strategis Indonesia dan Prancis melalui kerja sama yang semakin erat di bidang politik, keamanan, industri strategis, hingga ketahanan kawasan sebagai upaya menghadapi tantangan global.

Dorongan itu disampaikan Menteri HAM Pigai saat mewakili Presiden Prabowo Subianto pada resepsi diplomatik Hari Nasional Prancis (Bastille Day) di Jakarta, Senin (14/7).

Dalam kesempatan itu, dia mengatakan hubungan kedua negara dibangun di atas fondasi saling menghormati, saling percaya, dan komitmen bersama untuk mewujudkan perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran kawasan maupun dunia.

"Hari Bastille merupakan simbol kuat atas kemerdekaan, nilai-nilai kewargaan, dan semangat demokrasi; prinsip-prinsip yang juga sangat dekat dengan Indonesia. Nilai-nilai bersama inilah yang menjadi penopang utama kemitraan kita," kata Pigai dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/7).

Menurut dia, hubungan bilateral Indonesia dan Prancis menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir, terutama di bidang politik dan keamanan.

Ia mengatakan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis pada Mei 2026 serta pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron menjadi tonggak penting dalam peningkatan hubungan kedua negara menuju Kemitraan Strategis Komprehensif.

"Kemitraan ini mencerminkan pendekatan diplomasi yang modern, sebuah pendekatan yang memadukan kerja sama pertahanan, industri strategis, keamanan maritim, serta ketahanan dalam menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang. Kemitraan ini dibangun di atas kepercayaan, saling menghormati, dan visi bersama bagi kawasan Indo-Pasifik yang stabil," ujarnya.

Pigai juga menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone, Kedutaan Besar Prancis, komunitas Prancis, dan para mitra yang dinilai berkontribusi memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Menutup pidatonya, Pigai mengajak Indonesia dan Prancis terus memperkuat kemitraan yang strategis, dinamis, dan berorientasi ke masa depan agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kedua negara maupun kawasan Indo-Pasifik.

"Semoga persahabatan antara Indonesia dan Prancis senantiasa berkembang, serta berkontribusi bagi masa depan yang lebih damai, stabil, dan sejahtera bagi kedua bangsa," katanya. (*)

TERKINI
Perkuat Layanan Ketenagakerjaan, Kemnaker Modernisasi Pelatihan Legislator PDIP: Keberhasilan Kemensetneg Tak Cukup Diukur dari Opini WTP Menteri HAM Dorong Kemitraan Strategis Indonesia-Prancis Diperkuat Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon