Gandeng BRIRINS Institute, BRI Life Perkuat Pemberdayaan UMKM

Rabu, 08/07/2026 13:18 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Berkolaborasi dengan BRI Research Institute (BRIRINS Institute) sebagai mitra pelaksana, PT Asuransi BRI Life (BRI Life) membuat program pemberdayaan UMKM Tahap II di Kalurahan Gayamharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program selama tiga bulan (Maret, April, Mei 2026) tersebut difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM berbasis komoditas singkong agar mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Program ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Life dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

“Bagi BRI Life, keberhasilan sebuah program CSR tidak hanya diukur dari bantuan yang diberikan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk terus berkembang setelah program selesai dilaksanakan,” kata Ade Nasution, Head of Corporate Secretary Division BRI Life melalui keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Ade Nasution mengatakan, program itu tidak hanya menyediakan sarana produksi, tetapi juga memperkuat kapasitas usaha melalui pendampingan yang terstruktur.

“Kami berharap program ini mampu melahirkan UMKM yang lebih mandiri, adaptif, dan memiliki daya saing sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Ade.

Selama pelaksanaan program, BRI Life bersama BRIRINS Institute mendampingi Kelompok UMKM Monalisa dalam pengembangan proses produksi, tata kelola administrasi, inovasi produk, hingga strategi pemasaran.

Salah satu hasil dari program adalah lahirnya Pie Susu Kambing Mocaf yang memanfaatkan tepung mocaf berbahan dasar singkong dan dipadukan dengan susu kambing lokal sehingga memiliki nilai tambah dan peluang pasar yang lebih luas.

BRI Life juga mendukung modernisasi proses produksi melalui penyediaan oven bertingkat, meja kerja stainless steel, serta perangkat digital untuk pencatatan usaha.

Sebanyak 30 anggota UMKM Monalisa memperoleh perlindungan Asuransi Mikro Kecelakaan, Kesehatan, dan Meninggal Dunia (AMKKM) dari BRI Life yang dilengkapi edukasi literasi keuangan guna memperkuat ketahanan finansial mereka.

Untuk memastikan keberlanjutan usaha sejak hulu, program ini turut melibatkan pakar pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memberikan pendampingan mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman sehingga kualitas bahan baku tetap terjaga.

Koordinator Rumah Produksi dan Pemasaran UMKM Monalisa, Mantik Bimo Nugroho, menyampaikan bahwa pendampingan tersebut telah meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola usaha, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas pemasaran produk olahan mocaf.

Sedangkan Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing UMKM berbasis potensi lokal.

TERKINI
KPK Periksa Ketua DPRD Kuansing Terkait Kasus Bupati Suhardiman Amby Taspen Diminta Perkuat Tata Kelola Sebelum Gelontorkan Investasi Besar Legislator PKB Dukung Langkah Danantara Benahi Tata Kelola PT Pos Indonesia Sudah Tahu Belum Daftar Orang yang Termasuk Mahram dalam Islam?