Sabtu, 04/07/2026 18:20 WIB
Miami, Jurnas.com - Penobatan Lionel Messi sebagai Pemain Terbaik (Man of the Match/MOTM) dalam kemenangan dramatis 3-2 Argentina atas Tanjung Verde menuai kritik tajam.
Menurut pengamat sepak bola talkSPORT, Adrian Durham dan Stuart Pearce, skuat juara dunia nyatanya sempat dibuat kerepotan oleh tim debutan Piala Dunia, meskipun Messi telah lebih dulu membawa Argentina memimpin.
Sepanjang laga, tim asuhan Lionel Scaloni tersebut mendapat perlawanan sengit dan dua kali diimbangi oleh Tanjung Verde.
Keunggulan awal yang dicetak Messi sukses disamakan oleh Deroy Duarte, sebelum akhirnya Sidny Lopes Cabral membalas gol cepat Lautaro Martinez di babak tambahan waktu lewat spektakuler sepanjang turnamen sejauh ini.
Timnas Inggris Diteror! Hotel Dikepung Suporter hingga Dijaga Tentara
Klopp Siap Latih Timnas Jerman usai Kepergian Nagelsmann
Statistik Head to Head Timnas Belgia vs Amerika Serikat
Tembakan melengkung nan indah Cabral dari batas kotak penalti sukses membuat kiper Argentina, Emiliano Martinez, terpaku, sekaligus membungkam ribuan pendukung tim Tango yang memadati Hard Rock Stadium.
Sayangnya, perjuangan gigih Tanjung Verde harus kandas sembilan menit jelang babak tambahan waktu berakhir akibat gol bunuh diri tragis dari Diney Borges, yang sekaligus memastikan langkah La Albiceleste ke babak 16 besar untuk menghadapi Mesir.
Terlepas dari penampilannya yang dinilai kurang menonjol dibandingkan laga-laga Piala Dunia sebelumnya, Messi yang sukses mencetak gol ketujuhnya di turnamen ini tetap dianugerahi penghargaan Pemain Terbaik oleh sponsor FIFA.
"Itu (MOTM) seharusnya Sidney Cabral," ujar Pearce yang tampak terkejut saat siaran langsung.
"Saya tidak tahu bagaimana di sebuah stadion dan jika Anda ingin serius tentang sepak bola Anda bisa memilih Lionel Messi ketika tim Tanjung Verde telah mengorbankan diri mereka di turnamen ini dan tampil sebaik yang mereka lakukan. Luar biasa," dia menambahkan.
Dalam pertandingan yang menguras fisik tersebut, Messi turut menjadi korban cedera, setelah kepalanya sempat terbentur lutut pemain lawan.
Peraih delapan trofi Ballon d`Or itu terlihat mengalami pembengkakan di dahinya, namun dia diprediksi akan kembali bugar dan siap diturunkan saat menghadapi Mesir pada akhir pekan depan.