Senin, 22/06/2026 14:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - PDI Perjuangan (PDIP) menyindir Partai Golkar pimpinan Bahlil Lahadalia sebagai partai yang candu dengan kekuasaan. Di mana, Partai Golkar tetap ingin berada dalam kekuasaan meskipun kalah dalam kontestasi.
Demikian disampaikan Ketua DPP PDIP Deddy Yevry Sitorus, kepada wartawan, beberapa waktu lalu. Menurutnya, PDIP tak candu pada kekuasaan, seolah tanpa berkuasa, partai akan mati dan tidak berkembang.
"PDI Perjuangan bukanlah partai seperti Golkar yang kalah atau menang tetap ingin ikut berkuasa. Kami tidak memiliki bakat candu kekuasaan, seolah tanpa berkuasa akan mati atau tidak berkembang," kata Deddy.
Atas dasar itu, Deddy meminta agar Partai Golkar untuk tidak ikut campur dengan sikap politik internal partai lain. Anggota Komisi II DPR yang bidang politik dan pemerintahan itu memahami berada dalam kekuasaan adalah pilihan setiap partai.
PDIP: Jika DPR Hanya Manut, Apa Bedanya dengan Orde Baru?
Legislator PDIP Ungkap Banyak Anggota DPR Takut Bicara
PAN: Sikap Politik PDIP Harus Dihormati
Oleh sebab itu, PDIP menghormati keputusan setiap partai yang memilih bergabung dalam pemerintahan.
"Kami menghormati partai-partai yang berada di pemerintahan, dan sudah sepantasnya Golkar juga menunjukkan sikap yang sama kepada pihak yang berada di luar pemerintahan," katanya.
Sebelumnya, Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji mempertanyakan sikap politik PDIP sebagai partai penyeimbang. Dia bilang pihaknya menghormati sikap politik PDIP yang disebut sejumlah petingginya sebagai partai penyeimbang.
Namun, Sarmuji mengaku tak memahami maksud posisi tersebut. Dia bilang tak ikut campur dan membiarkan rakyat menilainya. "Selama ini entah apa yang diseimbangkan? Nanti rakyat yang menilai," ujar Sarmuji.