Komisi III DPR Desak Polisi Usut Jaringan Pemasok Senjata di Pondok Pinang

Kamis, 06/08/2026 19:11 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil meminta aparat kepolisian mengusut tuntas jaringan pemasok ratusan senjata yang ditemukan di sebuah ruangan milik mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Menurut dia, penemuan sebanyak 995 senjata tersebut merupakan temuan yang sangat besar dan mengejutkan sehingga tidak cukup hanya berhenti pada penyitaan barang bukti, tetapi juga harus diikuti dengan pengungkapan asal-usul serta jaringan pemasoknya.

“Meminta aparat kepolisian segera menemukan jaringan pemasok senjata tersebut,” kata Nasir kepada wartawan, Kamis (6/8).

Politikus PKS itu menilai, temuan tersebut menjadi indikasi bahwa peredaran senjata ilegal masih terjadi dan perlu mendapat perhatian serius aparat penegak hukum.

Apalagi, lanjutnya, lokasi penemuan berada di Jakarta yang merupakan pusat pemerintahan serta terdapat berbagai objek vital nasional.

“Lokasi penemuan itu ada di Jakarta, kota di mana terletak pusat pemerintahan dan gedung-gedung objek vital lainnya. Kita bisa bayangkan di daerah-daerah juga sangat mungkin beredar senjata gelap yang digunakan untuk kejahatan?” ujarnya.

Nasir menegaskan, pihaknya tidak ingin berspekulasi terkait berbagai isu yang berkembang, termasuk kabar mengenai potensi kerusuhan di Jakarta.

Namun, menurutnya, pengungkapan jaringan pemasok senjata menjadi sangat penting untuk memastikan tidak ada kelompok yang memanfaatkan senjata tersebut untuk tindakan melawan hukum.

“Apakah ratusan pucuk senjata itu ada kaitannya dengan isu-isu liar akan adanya kerusuhan di Jakarta? Pengungkapan jaringan menjadi penting agar warga waspada dengan kelompok-kelompok yang masih berafiliasi dengan organisasi teroris?” katanya.

Sebelumnya, kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, mengungkapkan bahwa sebanyak 995 senjata ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Ia menjelaskan, penemuan tersebut bermula ketika sejumlah orang membuka ruangan yang akan digunakan untuk kepentingan kegiatan belajar mengajar.

“Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain,” ujar Hermawanto kepada wartawan, Kamis (6/8).

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan jenis senjata yang ditemukan, legalitas kepemilikannya, serta menelusuri asal-usul dan pihak yang terkait dengan penyimpanan ratusan senjata tersebut.

 

 

 

TERKINI
KPK Bidik PT SGP dan Anak Usaha Telkom Terkait Korupsi Digitalisasi SPBU Komisi III DPR Desak Polisi Usut Jaringan Pemasok Senjata di Pondok Pinang Awali Safari Sulteng, Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah PWNU DPR Soroti Minimnya Kesiapan Pemerintah Hadapi Ancaman Karhutla