Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Pelatih Tim Nasional Turki, Vincenzo Montella mengakui bahwa timnya bermain buruk saat menghadapi Australia pada pertandingan Grup D Piala Dunia 2026 di Stadion Stadion BC Place, Kanada, pada Minggu (14/6) dini hari WIB.

"Kami sangat sedih dan tahu masih ada waktu untuk bangkit di fase grup," kata Montella dalam laman FIFA seusai pertandingan dikutip pada Minggu (14/6).

Berdasarkan statistik pertandingan, timnas Turki menguasai 57 persen dalam konteks menyerang.

Terbukti, ujar pelatih asal Italia itu, total upaya mengarah ke gawang tercatat 30 kali sedangkan lawan hanya sembilan kali.

Sementara itu tembakan tepat sasaran sebanyak delapan dibandingkan empat yang diperoleh Australia.

Namun dominasi tersebut, tambah Montella, tidak mampu dikonversi menjadi gol karena kurangnya penyelesaian akhir yang efektif, tim menciptakan banyak peluang mencetak gol namun sulit untuk diwujudkan.

Dalam laga itu, Turki beberapa kali menekan pertahanan Australia dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, lini belakang Australia tampil disiplin dan mampu meredam serangan yang dibangun Guler dan kawan-kawan.

Sebaliknya, Australia bermain lebih efektif dengan memanfaatkan peluang yang diperoleh.

Mereka berhasil mencetak gol lewat Nestory Irankunda pada menit ke-27 dan gelandang Connor Metcalfe saat menit ke-75. Kemenangan tersebut membuat skuad berjuluk Socceroos kini berada di peringkat kedua sementara Grup D, dengan mengemas tiga poin.

Perolehan poin skuad Australia sama dengan tuan rumah Amerika Serikat yang berada di peringkat pertama, yang unggul karena jumlah selisih gol.

Sementara Turki dan Paraguay, masing-masing berada di peringkat ketiga dan keempat, setelah menuai sekali kekalahan.

TERKINI
Mengapa Hari Angin Sedunia Diperangati Setiap 15 Juni? Hari Kesadaran Kekerasan terhadap Lansia Sedunia 15 Juni, Ini Sejarahnya 15 Juni 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Klasemen Piala Dunia 2026: AS, Swiss, Skotlandia, dan Meksiko Memimpin