Minggu, 14/06/2026 19:11 WIB
New Delhi, Jurnas.com - Seorang warga negara India dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi medis di atas kapal tanker MT Celestial saat sedang bersandar di Pelabuhan Duqm, Oman. Kepastian tersebut dikonfirmasi oleh Kedutaan Besar India di Muscat pada Sabtu (13/6) malam.
Pihak kedutaan menyatakan bahwa segala persiapan yang diperlukan tengah dilakukan bersama otoritas terkait untuk memastikan proses pemulangan jenazah ke India dapat terlaksana secepat mungkin.
Insiden ini menambah daftar kelam keselamatan para pekerja maritim India, mengingat negara tersebut merupakan salah satu penyumbang tenaga pelaut terbesar dengan lebih dari 300.000 warganya bekerja di berbagai armada pelayaran global, di mana sekitar 18.000 di antaranya terikat kontrak kerja di kawasan Timur Tengah.
Kasus kematian akibat masalah medis ini mencuat hanya berselang beberapa hari setelah insiden tragis yang menewaskan tiga pelaut India akibat serangan udara militer Amerika Serikat terhadap sebuah kapal tanker di lepas pantai Oman.
PM India Bakal Angkat Isu Selat Hormuz di KTT G7 Prancis
Pakistan: AS dan Iran Sepakati Kerangka Perjanjian Damai
Eks Menhan Yakin AS Bisa Paksa Iran Buka Selat Hormuz
Dikutip dari Reuters pada Minggu (14/6), rentetan peristiwa mematikan tersebut langsung memicu gelombang kritik tajam dari publik serta partai-partai oposisi di dalam negeri India.
Sejumlah partai oposisi mendesak Perdana Menteri Narendra Modi untuk memanfaatkan momentum KTT G7 pekan ini guna mengonfrontasi Presiden AS Donald Trump secara langsung di sela-sela forum tersebut.
Menanggapi eskalasi yang terjadi, pemerintah India bahkan telah mengambil langkah diplomatik yang tergolong langka dengan melayangkan nota protes kedua kepada pihak AS atas serangan udara yang terjadi di tengah kecamuk perang antara koalisi AS-Israel melawan Iran yang telah memasuki bulan keempat.
Kementerian Luar Negeri India juga secara resmi memanggil Kepala Perwakilan Diplomatik (Chargé d`Affaires) AS di New Delhi untuk menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas penggunaan kekuatan militer yang mematikan terhadap jalur pelayaran sipil komersial.
Kondisi penanganan jenazah di atas kapal MT Celestial sendiri dilaporkan sangat memprihatinkan dan memicu kemarahan serikat pekerja maritim.
Berdasarkan laporan dari Forward Seamen’s Union of India, jenazah pelaut bernama Nishanth Uirthanathan yang berusia 35 tahun tersebut sempat tertahan di atas kapal selama lebih dari dua hari tanpa adanya fasilitas pendingin ruang pemulasaran yang memadai sejak dinyatakan meninggal pada 11 Juni.
Melalui unggahan video di media sosial yang bersumber dari dalam kapal tanker, pihak serikat pekerja membeberkan bahwa para kru kapal yang tersisa terpaksa menggunakan botol-botol air dingin seadanya sebagai upaya darurat untuk memperlambat proses pembusukan jenazah.
Pihak serikat mengutuk keras situasi tersebut karena dinilai sangat mengerikan serta membahayakan risiko kesehatan bagi seluruh awak kapal yang masih bertugas.