Menlu: Iran dan AS Masih Saling Kirim Pesan

Senin, 01/06/2026 11:10 WIB

Teheran, Jurnas.com - Pemerintah Iran menyatakan komunikasi dengan Amerika Serikat (AS) terkait peluang tercapainya kesepakatan masih terus berlangsung.

Hingga kini, kedua negara disebut masih bertukar pesan untuk mencari titik temu di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa belum ada keputusan atau hasil final yang bisa dijadikan dasar untuk menarik kesimpulan mengenai arah hubungan kedua negara.

“Pembahasan dan pertukaran pesan masih terus berlangsung. Sampai hasil yang jelas tercapai, tidak mungkin membuat penilaian apa pun. Semua yang sedang dikatakan saat ini hanyalah spekulasi dan tidak seharusnya dianggap serius,” ujar Araghchi melalui Telegram, pada Minggu (31/5).

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menggelar pengarahan intelijen di Washington pada Jumat (30/5).

Dalam kesempatan itu, Trump menyebut akan mengambil keputusan akhir terkait isu Iran. Namun sejumlah media di AS melaporkan bahwa belum ada kesepakatan definitif yang berhasil dicapai.

Di sisi lain, laporan The New York Times menyebut Trump telah mengajukan persyaratan yang lebih ketat dalam upaya mencapai kesepakatan dengan Teheran.

Pemerintah AS juga dikabarkan telah menyampaikan proposal baru kepada Iran sebagai bagian dari proses negosiasi yang masih berjalan.

Hubungan kedua negara kembali memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan bersama ke sejumlah wilayah Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan korban sipil.

Ketegangan sempat mereda ketika Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata sementara selama dua pekan pada 7 April.

Namun, upaya diplomasi lanjutan yang berlangsung di Islamabad tidak menghasilkan terobosan berarti.

Kebuntuan dalam perundingan itu kemudian memicu langkah lanjutan dari AS berupa blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Meski demikian, Trump memutuskan memperpanjang penghentian permusuhan guna memberikan kesempatan kepada Teheran untuk menyusun proposal perdamaian.

Hingga kini, proses negosiasi masih berlangsung dan belum ada indikasi kuat mengenai kapan kesepakatan antara kedua negara dapat tercapai. (Sputnik/RIA Novosti-OANA)

TERKINI
3 Cara Sederhana Berbakti kepada Orang Tua yang Telah Wafat Uruguay Umumkan Skuad Piala Dunia 2026, Tak Ada Nama Luis Suarez AS Kawal Puluhan Kapal Dagang Lintasi Selat Hormuz Sambut Kepulangan Haji, Bandara Siapkan Layanan Lansia dan Disabilitas