Senin, 25/05/2026 11:01 WIB
Beirut, Jurnas.com - Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, pada Minggu (24/5) mengatakan bahwa upaya untuk melucuti senjata kelompoknya akan berujung pada "pemusnahan" Hizbullah dan pendudukan Lebanon secara bertahap.
Dia juga bersumpah bahwa Hizbullah akan terus berperang melawan Israel.
"Keberadaan kami diancam dan kami akan membela diri menuju salah satu dari dua hasil: kemenangan atau syahid," kata Qassem dalam pidato yang disiarkan televisi lokal Al-Manar.
Dia mengatakan Israel berupaya melenyapkan perlawanan dan menduduki seluruh Lebanon sebagai bagian dari proyek "Israel Raya" (Greater Israel).
800 Ribu Pengungsi Perang Lebanon Mulai Kembali ke Kampung Halaman
Mojtaba Khamenei Sebut Penghentian Agresi Israel Syarat Akhiri Perang
Biaya Rekonstruksi Pascaperang Lebanon Tembus Rp360 Triliun
Qassem menambahkan bahwa Hizbullah tidak akan mundur meskipun konflik telah menyebabkan kehancuran dan korban jiwa.
Pemimpin Hizbullah itu juga mendesak pemerintah Lebanon untuk menempuh perundingan tidak langsung alih-alih perundingan langsung dengan Israel.
Dia memperingatkan pemerintah agar tidak mengambil sikap yang menentang kelompok perlawanan atau membuat apa yang disebutnya sebagai konsesi kepada Amerika Serikat dan Israel.