Prancis Siapkan Resolusi Baru untuk Pembukaan Selat Hormuz

Sabtu, 23/05/2026 16:30 WIB

Paris, Jurnas.com - Prancis telah merancang sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB yang baru untuk membentuk misi internasional guna memulihkan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Langkah ini diambil di saat Amerika Serikat (AS) masih kesulitan melakukan pemungutan suara atas draf teks yang dinilai oleh Rusia dan China berpihak dan menyudutkan Teheran.

Dikutip dari Reuters pada Sabtu (23/5), kontrol atas jalur perairan sempit yang menjadi urat nadi perdagangan energi global tersebut kini menjadi hambatan utama dalam negosiasi guna mengakhiri perang antara AS dan Iran yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Sebuah rancangan resolusi dari AS-Bahrain sebenarnya telah dibahas selama lebih dari dua pekan, namun pemungutan suara terus tertunda karena China dan Rusia memberi sinyal akan menggunakan hak veto mereka.

Draf resolusi AS-Bahrain menuntut agar Iran segera menghentikan serangan dan pemasangan ranjau di selat tersebut, setelah sebelumnya pada April draf serupa diveto oleh Rusia dan China karena dinilai tidak berimbang terhadap Teheran.

Guna menghindari veto susulan, dua diplomat Eropa menyebut Washington telah berhasil merangkul hampir 140 negara untuk menjadi sponsor bersama atas draf teks mereka. Namun Prancis, selaku salah satu negara pemegang hak veto, sejauh ini masih menolak untuk memberikan dukungan terhadap draf teks usulan AS tersebut.

“Ada rancangan resolusi antara AS dan Bahrain yang saat ini sedang dibahas. Ini menjadi dasar dari diskusi saat ini. Tanggal untuk pemungutan suara belum diumumkan,” jelas juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, Pascal Confavreux, pada Jumat (22/5) kemarin.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan bahwa Paris akan segera mendorong inisiatif tersebut di PBB demi memperkuat upaya bersama Franco-Inggris dalam membentuk misi internasional untuk memulihkan kebebasan navigasi di selat tersebut jika situasi memungkinkan.

Confavreux menegaskan bahwa pihaknya sedang mengerjakan misi internasional tersebut dan telah menyiapkan draf resolusi sebagai anggota tetap yang dapat didiskusikan apabila kondisinya sudah tepat setelah berkonsultasi dengan Washington dan Teheran.

Langkah diplomatik AS di PBB ini dinilai sangat kontras dengan aksi mereka dalam beberapa bulan terakhir, ketika Washington lebih banyak bertindak di luar kerangka kerja PBB dengan meluncurkan serangan militer ke Iran tanpa izin Dewan Keamanan serta menekan sekutunya untuk bergabung dalam patroli angkatan laut ad-hoc.

TERKINI
Aturan Baru AS Wajibkan Pemohon Green Card Pulang ke Negara Asal Kebocoran Tangki Kimia di California Paksa 40.000 Warga Mengungsi Negosiasi Buntu, Iran Anggapan Tuntutan AS Berlebihan Prancis Siapkan Resolusi Baru untuk Pembukaan Selat Hormuz