Minggu, 10/05/2026 12:18 WIB
Beirut, Jurnas.com - Ketegangan di wilayah selatan Lebanon kembali memuncak setelah serangan pesawat tanpa awak (drone) Israel menewaskan seorang pria warga negara Suriah dan putri kecilnya yang berusia 12 tahun pada Sabtu (9/5) kemarin.
Dikutip dari Arab News, insiden tragis ini bermula saat ayah dan anak tersebut sedang mengendarai sepeda motor di wilayah Nabatieh, kemudian sebuah drone Israel mulai mengejar dan melepaskan tiga rudal secara berturut-turut.
Rudal pertama dilaporkan meleset, namun rudal kedua langsung mengenai target dan menewaskan sang ayah di tempat. Sang anak yang sempat terluka dilaporkan berusaha lari menjauh sekitar 100, meter sebelum akhirnya rudal ketiga dilepaskan tepat ke arahnya.
Gadis tersebut sempat dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Pemerintah Nabih Berri di Nabatieh dan langsung menjalani operasi darurat. Namun, pihak rumah sakit dan kantor berita nasional Lebanon mengonfirmasi pada Sabtu sore bahwa nyawanya tidak tertolong akibat luka-luka yang terlalu parah.
Oman Buka Rute Darurat dekat Selat Hormuz tanpa Tarif
Perdamaian dengan AS Buntu, Menlu Iran Telepon Petinggi Hamas
Iran-Oman Bentuk Komite Bersama Bahas Selat Hormuz
Kementerian Kesehatan Lebanon mengeluarkan pernyataan keras yang mengutuk tindakan tersebut sebagai penargetan barbar terhadap warga sipil dan anak-anak, sekaligus menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum kemanusiaan internasional. Sementara itu, pihak militer Israel menyatakan bahwa mereka tengah meninjau insiden tersebut.
Kekerasan ini terjadi di hari yang sama dengan serangan udara lainnya di wilayah Tyre yang menewaskan tiga orang di dalam sebuah mobil. Eskalasi ini semakin mengancam rencana negosiasi langsung antara Lebanon dan Israel yang dijadwalkan berlangsung di Washington minggu depan.
Meskipun gencatan senjata secara teknis masih berlaku di bawah pengawasan Amerika Serikat, intensitas serangan di lapangan menunjukkan situasi yang sangat rapuh, terutama dengan adanya aksi balasan dari Hizbullah yang meluncurkan drone ke pangkalan militer Israel di hari yang sama.