Selasa, 05/05/2026 15:21 WIB
Riyadh, Jurnas.com - Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, mengutuk serangan yang terjadi di Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin dalam sebuah panggilan telepon dengan Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed.
Menurut laporan Saudi Press Agency, Pangeran Mohammed bin Salman menegaskan kembali dukungan negaranya terhadap keamanan dan stabilitas UEA.
Panggilan telepon tersebut dilakukan setelah Kementerian Pertahanan UEA mencegat 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan dari Iran pada Senin, yang mengakibatkan tiga orang luka ringan.
Pihak UEA menyatakan bahwa rangkaian persenjataan tersebut ditembakkan oleh Iran, klaim yang kemudian dibantah oleh Republik Islam tersebut.
UEA Tangkis Serangan Rudal dari Iran, Fasilitas Minyak di Fujairah Terbakar
Teheran Tuding UEA Bekerja Sama dengan Agresor dalam Melawan Iran
Trump Ragukan Proposal Terbaru Iran, Agresi Militer Tetap Terbuka
Serangan ini ditandai dengan suara pesan peringatan yang muncul di ponsel di seluruh emirat—pertama kalinya peringatan tersebut terlihat atau terdengar sejak dimulainya gencatan senjata. Peringatan itu mendesak penduduk untuk "segera mencari tempat aman di bangunan kokoh terdekat."
Otoritas emirat Fujairah di bagian timur UEA juga menyatakan bahwa sebuah drone Iran memicu kebakaran di sebuah fasilitas minyak. Fujairah merupakan titik terminal pipa yang digunakan UEA untuk menghindari pengiriman minyak melalui Selat Hormuz di tengah berkecamuknya perang Iran.
Otoritas emirat tersebut mengatakan tiga warga negara India terluka dalam serangan itu.
Kementerian Luar Negeri UEA menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan Iran menandai "eskalasi serius" dan menimbulkan "ancaman langsung terhadap keamanan negara." Ditambahkan pula bahwa mereka memegang "hak penuh dan sah untuk membalas" serangan tersebut.
Namun, televisi pemerintah Iran mengeklaim bahwa Teheran "tidak memiliki rencana untuk menargetkan UEA."
Sebuah kapal kargo juga terbakar di lepas pantai UEA pada hari Senin. Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) milik militer Inggris mengumumkan bahwa kapal tersebut mengalami kebakaran yang bersumber dari ruang mesin. Pihak UKMTO mengonfirmasi bahwa seluruh awak kapal dalam keadaan selamat dan terdata.
Saat rudal-rudal tersebut dicegat, pernyataan Kementerian Pertahanan melalui platform X menambahkan: "Suara yang terdengar di berbagai wilayah negara adalah hasil dari keberhasilan pencegatan ancaman udara."
Iran tercatat telah meluncurkan lebih dari 2.800 serangan drone dan rudal terhadap UEA sejak 28 Februari, hari pertama perang AS-Iran. Hal ini menjadikan UEA sebagai negara yang paling banyak menjadi sasaran dalam kampanye Teheran melawan negara-negara Teluk.
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jassem Al-Budaiwi, turut mengutuk serangan Iran terhadap UEA, dan menggambarkannya sebagai "tindakan agresi yang serius dan eskalasi yang nyata."