Selasa, 05/05/2026 14:10 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Hingga akhir Triwulan I tahun 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Nilai produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat mencapai Rp 3.447,7 triliun, sementara atas dasar harga berlaku (ADHB) sebesar Rp 6.187,2 triliun.
"Ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61% pada triwulan I 2026," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Konsumsi masyarakat masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini.
Ketua Komisi XIII Ajak Perkapi Bangun Dunia Kepailitan yang Berkeadilan
10 Finalis Duta Bahasa Nasional 2026, DKI Jakarta Sabet Gelar Terbaik I
KPK Geledah Rumah Dirjen Kementerian ATR/BPN Terkait Suap HGB Summarecon
Kinerja konsumsi rumah tangga terdorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur nasional dan hari besar keagamaan, seperti Nyepi dan Idulfitri.
Selain itu, sejumlah kebijakan pemerintah juga berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat, antara lain pengendalian inflasi, pemberian stimulus seperti diskon tiket transportasi, penyaluran THR atau gaji ke-14, serta kebijakan suku bunga acuan yang tetap terjaga di level 4,75%.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 akan melampaui capaian kuartal IV 2025 yang sebesar 5,39% (yoy).
Dengan capaian tersebut, kinerja ekonomi Indonesia dinilai tetap solid di tengah dinamika global, dengan konsumsi domestik sebagai penopang utama pertumbuhan.