Senin Sore, Menko PM Ajak Menteri UMKM dan Menteri Ekraf Rapat di Blok M

Senin, 04/05/2026 18:54 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah terus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif berbasis kawasan. 

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar memimpin Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dihadiri Menteri UMKM Maman Abdurrahman dan Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya di MBloc Space, Jakarta, Senin (04/05/2026) sore.

Rapat ini membahas kontribusi konkret Kemenko PM, Kementerian UMKM dan Kementerian Ekraf dalam mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), serta progres RTM sebelumnya terkait percepatan penanggulangan kemiskinan sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. 

Selain itu, dibahas pula pengembangan program Pasar 1001 Malam sebagai model pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis ekosistem kawasan.

Menko PM Muhaimin menegaskan bahwa UMKM dan ekonomi kreatif merupakan sektor kunci dalam mendorong masyarakat keluar dari kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Pemerintah memastikan UMKM dan ekonomi kreatif menjadi bagian integral dari Program Kerja Prioritas Nasional. Kita ingin setiap program negara memberikan efek domino yang nyata bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat rentan,” ujar Menko Muhaimin.

Lebih lanjut, Menko PM menekankan pentingnya membangun ekosistem usaha yang kompetitif, inklusif, dan terjangkau, khususnya bagi kelompok masyarakat menengah dan rentan. 

Menteri UMKM menegaskan komitmen Pemerintah untuk memperkuat usaha mikro.

"Sebagai tindak lanjut amanat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, kami berfokus memastikan para pengusaha UMKM, khususnya di wilayah kantong kemiskinan, memperoleh akses pembiayaan, pendampingan, dan pasar,” ujar Menteri UMKM.

Pemutakhiran basis data UMKM dilakukan melalui integrasi DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) dengan platform SAPA UMKM. Melalui intervensi yang tepat sasaran, seperti penerbitan kartu usaha, program Kredit Usaha Rakyat dan skema pembiayaan PNM, UMKM diharapkan dapat tumbuh dan menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif menyoroti pentingnya pengembangan sektor ekraf sebagai jalan keluar bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem, terutama melalui peningkatan kapasitas dan akses terhadap permodalan.

“Ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk memberdayakan masyarakat, termasuk mereka yang berada di kelompok rentan. Kami mendorong akselerasi talenta serta akses pembiayaan agar pelaku ekraf mampu berkembang secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari the new engine of growth,” ujar Menteri Ekraf.

Dalam rapat tersebut, ketiga menteri juga menyoroti keberhasilan kawasan Blok M sebagai contoh nyata pengembangan ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif. 

Kawasan ini dinilai berhasil bertransformasi menjadi pusat aktivitas ekonomi berbasis komunitas dengan dukungan konektivitas transportasi, ruang kreatif, serta aktivitas event yang dinamis. 

Pemilihan lokasi rapat di kawasan Blok M juga menjadi bagian dari pendekatan evidence-based policy, di mana kebijakan dirumuskan berdasarkan praktik terbaik di lapangan. Kunjungan dan dialog informal juga dilakukan dengan sejumlah tenant  untuk memperoleh masukan dari pelaku UMKM dan ekraf.

Dengan rata-rata 80.000 pengunjung per hari dan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp5 miliar per hari, Blok M menjadi praktik baik yang siap direplikasi program 1.001 Malam yang menjadi inisiatif Kemenko Pemberdayaan Masyarakat guna memanfaatkan aset idle milik pemerintah dan BUMN untuk menciptakan pusat ekonomi kreatif dan UMKM terpadu.

Pada kesempatan tersebut disampaikan pula apresiasi kepada beberapa pengelola yang dinilai telah berhasil menciptakan ekosistem pemberdayaan.

Melalui sinergi lintas kementerian dan penguatan ekosistem berbasis kawasan, pemerintah optimistis sektor UMKM dan ekonomi kreatif akan semakin berperan sebagai motor penggerak ekonomi nasional sekaligus instrumen efektif dalam pengentasan kemiskinan.

TERKINI
Lestari Moerdijat: Pemahaman Para Pendidik Kunci Penerapan Deep Learning Hingga Maret 2026, Neraca Perdagangan Surplus USD5,55 Miliar Senin Sore, Menko PM Ajak Menteri UMKM dan Menteri Ekraf Rapat di Blok M Anggota DPR: Penurunan Potongan Ojol Tak Boleh Sekadar Wacana