Senin, 04/05/2026 12:25 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin, mendukung langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam menangani polemik video pernyataan Amien Rais.
Menurut Nurul, langkah Komdigi yang menempuh penindakan administratif tanpa membawa persoalan tersebut ke ranah hukum merupakan keputusan yang tepat. Ia menilai pendekatan tersebut penting untuk menjaga ruang publik digital tetap kondusif tanpa memicu kriminalisasi.
Legislator PKS: HARBA PII Meneguhkan Ideologi Pelajar di Era Disrupsi
RIP Pendidikan Jadi Terobosan Baru dalam RUU Sisdiknas
Komisi IX DPR Minta Baleg Tak Ambil Alih RUU Ketenagakerjaan
“Langkah Komdigi sudah tepat, yakni melakukan penindakan administratif sesuai kewenangan. Ini penting untuk menjaga ruang publik digital kita tetap kondusif tanpa harus langsung melakukan kriminalisasi,” ujar Nurul dalam keterangannya, Senin (4/5).
Nurul juga menilai keputusan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, sebagai upaya menjaga iklim demokrasi tetap sehat. Ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat harus diiringi dengan tanggung jawab.
“Kebebasan berpendapat memang dijamin, tetapi setiap pernyataan, terutama yang bersifat personal dan sensitif, harus dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai berkembang menjadi fitnah yang merugikan pihak lain,” katanya.
Ia menambahkan, diskursus politik seharusnya berfokus pada substansi kebijakan dan kepentingan publik, bukan pada isu-isu personal yang tidak didukung bukti yang jelas. Karena itu, Nurul mengimbau masyarakat untuk bijak dalam memanfaatkan ruang digital.
“Diskursus politik kita harus sehat dan berbasis data. Jika tidak, maka yang terjadi adalah degradasi kualitas demokrasi karena ruang publik dipenuhi narasi yang tidak dapat diverifikasi,” lanjutnya.
Nurul pun mengingatkan bahwa kebebasan yang dimiliki masyarakat jangan sampai disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang belum tentu benar.
“Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga kualitas demokrasi. Jangan sampai kebebasan yang kita miliki justru disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” tambahnya.
Sebelumnya, video pernyataan Amien Rais terkait Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indra Wijaya sempat viral di media sosial. Namun, video tersebut kini telah dihapus dari kanal YouTube Amien Rais Official setelah sebelumnya beredar luas di berbagai platform digital.