Rabu, 29/04/2026 12:03 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian meminta pemerintah mengambil langkah tegas terhadap perusahaan Green SM atau “taksi hijau” menyusul kecelakaan kereta api di Bekasi, Jawa Barat, yang menewaskan belasan orang.
Politikus Gerindra ini menduga kendaraan taksi yang terlibat menjadi pemicu awal rangkaian kecelakaan tersebut. Ia menilai insiden ini tidak boleh mencoreng proses panjang transformasi layanan perkeretaapian nasional.
Jalur KRL Lintas Bekasi-Cikarang Belum Dapat Beroperasi
Polri Identifikasi 10 Korban Kecelakaan Kereta, Keluarga Histeris
Proses Evakuasi KA Agro Bromo dari Badan KRL di Bekasi Timur
“Ini bukan sekadar insiden tunggal. Sudah beberapa kali kendaraan ini terhenti di perlintasan kereta dan banyak aduan masyarakat terkait,” kata Kawendra di Jakarta, Rabu (29/4).
Dian layanan kereta di Jabodetabek sejak 2006 hingga 2010. Menurutnya, perbaikan yang dilakukan selama ini tidak boleh dirusak oleh kelalaian pihak eksternal.
“Tidak berlebihan jika pemerintah mengevaluasi hingga mencabut izin operasional perusahaan taksi asal Vietnam tersebut,” ujarnya.
Di sisi lain, Kawendra juga menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi tersebut. Ia berharap para korban mendapat tempat terbaik dan korban luka segera pulih.
“Insyaallah para korban khusnul khotimah dan yang terluka diberi kekuatan,” ucapnya.
Diketahui, kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam (27/4) mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan 76 lainnya mengalami luka-luka.