Kamis, 23/04/2026 15:54 WIB
Washington, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) mengecam keras intimidasi China, menyusul adanya laporan tekanan dari Beijing terhadap sejumlah negara Afrika untuk menggagalkan perjalanan resmi Presiden Taiwan, Lai Ching-te, dengan mencabut izin lintas udara.
Taiwan sebelumnya mengumumkan penundaan kunjungan Presiden Lai ke Eswatini, satu-satunya sekutu diplomatik pulau tersebut di Afrika, setelah Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar secara tiba-tiba mencabut izin terbang bagi pesawat kepresidenan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
"Negara-negara ini bertindak atas perintah Tiongkok dengan mencampuri keamanan dan martabat perjalanan rutin pejabat Taiwan. Ini adalah kasus lain dari Beijing yang melancarkan kampanye intimidasi terhadap Taiwan dan para pendukungnya di seluruh dunia," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS dikutip dari AFP pada Kamis (23/4).
Kementerian Luar Negeri China membalas pernyataan Washington pada Kamis dengan menyebutnya sebagai "tuduhan tak berdasar." Juru bicara Guo Jiakun menegaskan bahwa langkah negara-negara Afrika tersebut adalah tindakan sah untuk menjaga kedaulatan nasional.
Tekanan China Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Eswatini
China Umumkan 10 Insentif Baru untuk Taiwan, Apa Saja?
Presiden Taiwan Kena Cipratan Muntahan Kepala Kuil saat Perayaan Imlek
"AS telah mengkritik secara tidak bertanggung jawab tindakan sah China untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya. Perilaku tersebut merupakan penyimpangan fakta yang lengkap," kata dia.
Beijing menyampaikan apresiasi kepada negara-negara Afrika yang memblokir izin tersebut, dengan menyebut bahwa tindakan mereka sepenuhnya sejalan dengan norma dasar hubungan internasional dalam prinsip "Satu China".
Meskipun Washington tetap menjadi pendukung keamanan utama bagi Taiwan, nada dukungan tersebut sedikit melunak di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Perubahan sikap ini menjadi sorotan menjelang pertemuan yang dijadwalkan antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada bulan depan.
Sebelumnya, administrasi Trump dilaporkan sempat menolak izin transit Presiden Lai melalui New York tahun lalu dalam rangkaian perjalanan ke Amerika Latin, meskipun Kementerian Luar Negeri Taiwan membantah adanya pemblokiran tersebut.
Insiden pembatalan penerbangan di Afrika ini menjadi preseden baru bagi tekanan diplomatik China terhadap mobilitas pemimpin Taiwan di kancah global.