Senin, 08/06/2026 09:16 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Di tengah pesatnya pertumbuhan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata kelas dunia, Kementerian Transmigrasi menegaskan pentingnya memastikan masyarakat lokal menjadi bagian utama dari kemajuan yang sedang berlangsung.
Karena itu, penguatan pendidikan, pelatihan vokasi, dan keterampilan kerja menjadi salah satu fokus pengembangan kawasan transmigrasi di Manggarai Barat.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi (Mentrans) M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat mendampingi Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Wang Lutong, meninjau pembangunan fasilitas pendidikan dan sanitasi di SD Inpres Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Menurut Menteri Iftitah, pembangunan kawasan tidak hanya diukur dari banyaknya investasi yang masuk, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat setempat.
Kementrans-Agrinas Jajaki Kerja Sama Pengelolaan 2,3 Juta Ha Kebun Sawit
Mentrans Ajak Dubes Tiongkok Tinjau Sentra Kelapa di Halmahera Utara
Kementrans Dorong Peningkatan Kualitas SDM Kawasan Transmigrasi di NTT
“Saya membawa Pak Duta Besar ke kawasan transmigrasi ini karena kami ingin kawasan ini terus tumbuh. Tetapi yang lebih penting, manfaat dari investasi tersebut tidak hanya dinikmati oleh para pengusaha. Anak-anak yang ada di sini harus menjadi bagian dari masa depan itu,” ujar Mentrans dalam siaran pers, Senin (8/6).
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama agar generasi muda Manggarai Barat mampu mengambil peluang yang lahir dari pertumbuhan sektor pariwisata.
Karena itu, Kementerian Transmigrasi tengah menjajaki pengembangan sekolah vokasi pariwisata yang dapat menyiapkan tenaga kerja terampil di bidang hospitality, layanan wisata, dan industri pendukung lainnya.
“Kami sedang menawarkan beberapa kawasan kepada investor untuk dikembangkan menjadi pusat pendidikan vokasi pariwisata. Tujuannya agar kualitas hospitality masyarakat lokal semakin baik dan mereka mampu menjadi pelaku utama dalam industri pariwisata,” kata Menteri Iftitah.
Selain pendidikan vokasi, Kementrans juga mendorong penguatan kemampuan bahasa asing, termasuk bahasa Mandarin, seiring meningkatnya jumlah wisatawan dan investor asal Tiongkok yang datang ke Labuan Bajo.
“Labuan Bajo sekarang sudah menjadi destinasi wisata dunia. Jangan sampai masyarakat lokal tertinggal. Karena itu pendidikan merupakan kunci terbaik untuk memastikan mereka mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, pendapatan yang lebih baik, dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Duta Besar RRT untuk Indonesia Wang Lutong menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, pusat pembelajaran bahasa Mandarin dapat menjadi salah satu bentuk kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat setempat.
“Saya percaya ke depan akan semakin banyak wisatawan dan investor Tiongkok yang datang ke Labuan Bajo. Karena itu kemampuan berbahasa Mandarin akan menjadi nilai tambah yang penting bagi masyarakat di sini,” kata Wang.
Kementerian Transmigrasi meyakini bahwa investasi terbaik bagi kawasan transmigrasi bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia. Dengan pendidikan yang lebih baik, generasi muda Manggarai Barat diharapkan mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri dan menikmati manfaat pertumbuhan ekonomi yang sedang berlangsung.