Rabu, 15/04/2026 19:54 WIB
Teheran, Jurnas.com - Militer Iran memperingatkan akan menutup perdagangan melalui Laut Merah, Teluk Persia, dan Laut Oman jika blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran terus berlanjut.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, kepala pusat komando militer menyebut jika AS melanjutkan blokadenya dan menciptakan ketidakamanan bagi kapal-kapal dagang dan tanker minyak Iran, ini bisa menjadi bentuk pelanggaran gencatan senjata.
"Angkatan bersenjata Republik Islam yang kuat tidak akan membiarkan ekspor atau impor apapun berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah," kata Mayor Jenderal Ali Abdollahi dikutip dari AFP pada Rabu (15/4).
Dia menambahkan bahwa Iran akan bertindak secara tegas untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan kepentingannya, pasca selama lebih dari satu bulan Teheran memblokade Selat Hormuz sejak perang melawan AS dan Israel berlangsung.
Iran Tawarkan Pembukaan Jalur Alternatif di Selat Hormuz, Ini Syaratnya
Panglima Militer Pakistan Tiba di Iran Bawa Pesan Rahasia dari AS
Dorong Gencatan Senjata, Trump Sebut Israel dan Lebanon Bertemu Hari Ini
AS telah memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April, menyusul gagalnya perundingan AS-Iran akhir pekan lalu di Pakistan yang tidak menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Namun, data pelacakan maritim pada 14 April menunjukkan bahwa sejumlah kapal yang berlayar dari pelabuhan-pelabuhan Iran telah berhasil melintasi Selat Hormuz meski blokade masih berlaku.
Kantor berita Tasnim Iran mengutip sumber-sumber tak disebutkan namanya menyatakan bahwa pengiriman dari pelabuhan-pelabuhan selatan Iran terus berlangsung. Disebutkan pula bahwa kapal-kapal dagang Iran telah berlayar menuju berbagai tujuan di seluruh dunia dalam 24 jam terakhir.