Selasa, 10/03/2026 21:01 WIB
Jenewa, Jurnas.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan risiko kesehatan akibat `hujan hitam` yang terjadi di Iran, menyusul agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas minyak Teheran.
Kantor WHO di Iran mengatakan bahwa mulai bermunculan laporan dari masyarakat terkait hujan yang mengandung minyak minggu ini.
"Hujan hitam dan hujan asam yang menyertainya memang merupakan bahaya bagi penduduk, terutama bagi sistem pernapasan," kata juru bicara WHO, Christian Lindmeier dikutip dari Reuters pada Selasa (10/3).
Dia juga menyarankan agar masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan, untuk menghindari ancaman masalah pernapasan.
Anggota DPR: Indonesia Harus Perkuat Diplomasi Hadapi Konflik Timur Tengah
UEA Siapkan Rp14 Juta untuk Penduduk yang Bawa Turis ke Dubai
Hizbullah Ancam Tutup Bandara Imbas Larangan Terbang Pesawat Iran
"Mengingat apa yang berisiko saat ini, fasilitas penyimpanan minyak, kilang minyak yang telah terkena serangan, memicu kebakaran, menimbulkan kekhawatiran serius tentang kualitas udara, itu (di dalam ruangan) jelas merupakan ide yang bagus," ujar dia.
Dalam sebuah video yang dikirim anggota staf WHO kepada Reuters, petugas kebersihan tampak sedang mengepel cairan hitam di pintu masuk kantornya di Teheran pada 8 Maret 2026.
Diketahui, Teheran diselimuti asap hitam pada 9 Maret, setelah sebuah kilang minyak terkena serangan, sebagai bagian dari peningkatan serangan terhadap pasokan energi domestik Iran sebagai bagian dari kampanye AS-Israel.