Senin, 09/03/2026 20:30 WIB
Baghdad, Jurnas.com - Sebuah serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) menghantam pangkalan paramiliter milik koalisi Hashed Al-Shaabi di dekat Kota Mosul, Irak.
Dikutip dari AFP pada Senin (9/3), pejabat Hashed menyalahkan AS atas serangan di daerah Bartella tersebut, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Hashed Al-Shaabi, atau Pasukan Mobilisasi Populer, adalah aliansi faksi yang dibentuk pada 2014 untuk memerangi jihadis, dan kini terintegrasi ke dalam angkatan bersenjata Irak.
Kelompok-kelompok yang didukung Iran memiliki brigade yang beroperasi di dalam Hashed Al-Shaabi, tetapi konon memiliki reputasi bertindak sendiri.
Kenaikan Harga Kondom Picu Penimbunan Stok Besar-besaran di China
AS Langgar Gencatan Senjata, Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz
Krisis Obat-obatan di Sudan Memburuk Akibat Perang AS vs Iran
Sejak dimulainya perang Timur Tengah, pangkalan milik Hashed Al-Shaabi telah beberapa kali dihantam, dengan serangan yang menargetkan kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Teheran.
Kelompok-kelompok ini juga bersatu di bawah aliansi longgar yang disebut Perlawanan Islam di Irak, yang telah mengklaim serangan terhadap pangkalan AS di Irak.
Diketahui, memasuki pekan kedua, belum ada tanda-tanda konflik di Timur Tengah bakal mereda. AS, Israel, dan Iran terus melancarkan serangan yang turut menyasar sejumlah negara di kawasan Teluk.