Rabu, 04/03/2026 16:30 WIB
Beirut, Jurnas.com - Kelompok Lebanon Hizbullah menegaskan akan membalas serangan Israel terhadap Lebanon sebagai bagian dari perang yang sedang berlangsung.
"Musuh menginginkan perang tanpa akhir, yang belum berhenti sejak kesepakatan gencatan senjata, jadi biarkan menjadi perang terbuka," bunyi pernyataan kelompok tersebut, dikutip di Jakarta, Rabu (4/3).
Para pemimpin Hizbullah mengaku telah kehabisan kesabaran dan akan memulai operasi tempur. Pihaknya juga telah meminta pemerintah Lebanon untuk tidak menghalangi perlawanan terhadap Zionis Israel.
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengkonfirmasi bahwa keputusan pemerintah untuk melarang aktivitas militer Hizbullah bersifat final, di mana kabinet telah menginstruksikan pihak berwenang untuk mencegah setiap aksi militer Hizbullah dengan segala upaya yang ada.
Baru Dibuka, Selat Hormuz Kembali Ditutup Iran
Dapat Perlindungan, Dua Pesepak Bola Wanita Iran Resmi Menetap di Australia
Iran Sebut Blokade AS Selat Hormuz Bisa Ganggu Gencatan Senjata
Sejak kesepakatan gencatan senjata November 2024, tentara Israel masih kerap menyerang wilayah Lebanon dan menyerang anggota Hizbullah dengan menggunakan drone.
Pascapeluncuran enam roket dari wilayah Lebanon pada Minggu (1/3) malam, tentara Israel mulai melakukan serangan besar-besaran di pinggiran Kota Beirut dan menggencarkan pemboman di wilayah selatan dan timur negara` tersebut.
Sumber: Sputnik