Minggu, 15/02/2026 09:09 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Bahan bakar menjadi faktor penting dalam menentukan performa kendaraan. Namun masih banyak pengendara yang memilih BBM hanya berdasarkan harga tanpa memahami spesifikasinya. Padahal setiap jenis bahan bakar memiliki karakteristik berbeda yang berpengaruh langsung pada mesin.
Perbedaan utama terletak pada angka oktan atau Research Octane Number (RON). Angka ini menunjukkan kemampuan bahan bakar menahan tekanan sebelum terbakar di ruang mesin. Semakin tinggi nilai oktan, semakin stabil proses pembakaran pada mesin berkompresi tinggi.
Pertalite umumnya memiliki RON lebih rendah dibanding Pertamax. Bahan bakar dengan oktan rendah cocok digunakan pada mesin berkompresi rendah hingga menengah.
BBM Mahal, Nelayan Mozambik Kompak Berhenti Melaut
Imbas Konflik Timteng, Biaya Bahan Bakar Maskapai AS Melonjak 78 Persen
Yaman Minta Saudi Pasok Bahan Bakar Atasi Krisis Listrik
Jika digunakan pada mesin modern berkompresi tinggi, pembakaran bisa terjadi terlalu cepat atau dikenal sebagai knocking. Kondisi ini membuat tenaga mesin berkurang dan konsumsi bahan bakar justru lebih boros.
Sementara itu Pertamax memiliki angka oktan lebih tinggi sehingga pembakaran lebih sempurna. Mesin menjadi lebih halus, responsif, dan emisi gas buang lebih bersih. Karena pembakaran optimal, performa kendaraan juga terasa lebih stabil terutama saat akselerasi.
Penggunaan BBM yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat menimbulkan dampak jangka panjang. Selain membuat mesin kurang bertenaga, kerak karbon di ruang bakar lebih cepat terbentuk. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa menurunkan efisiensi dan meningkatkan biaya perawatan.
Pemilik kendaraan sebaiknya menyesuaikan pilihan bahan bakar dengan spesifikasi mesin yang tertera pada buku manual kendaraan. Mesin keluaran terbaru umumnya dirancang untuk oktan lebih tinggi agar pembakaran optimal.