Sabtu, 03/01/2026 18:46 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, menekankan bahwa pihaknya tidak akan gentar dengan ancaman Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang akan memberikan bantuan terhadap para demonstran.
"Republik Islam Iran tidak akan menyerah kepada musuh," kata Khamenei dalam pernyataan resmi di televisi lokal, sebagaimana dikutip dari Straits Times pada Sabtu (3/1). Dia juga menegaskan bahwa para perusuh harus diberi pelajaran.
Sementara itu, kelompok hak asasi manusia Hengaw menyebut lebih dari 10 orang tewas dan puluhan lainnya ditahan dalam demonstrasi masif di Iran sejak akhir pekan lalu, menyusul anjloknya mata uang Rial Iran yang menghantam perekonomian.
Pemerintah menilai bahwa demonstrasi terkait ekonomi ini sah dan akan ditanggapi melalui dialog lebih lanjut. Namun, di sisi lain para demonstran mendapatkan balasan gas air mata dalam bentrokan di jalanan.
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
Trump Sebut Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari
Dorong Gencatan Senjata, Trump Sebut Israel dan Lebanon Bertemu Hari Ini
"Para pedagang pasar benar. Mereka benar ketika mengatakan bahwa mereka tidak dapat berbisnis dalam kondisi seperti ini," kata Ayatullah Khamenei merujuk pada kekhawatiran para pedagang atas turunnya nilai mata uang.
"Kami akan berbicara dengan para demonstran, tetapi berbicara dengan para perusuh tidak ada gunanya. Para perusuh harus diberi pelajaran," dia menambahkan.
Pada pekan lalu, Trump mengatakan bahwa AS bersiap untuk mengambil tindakan atas situasi di Iran. Namun, dia tidak merinci tindakan apa yang akan diambil terhadap negara Mullah tersebut.
Ancaman ini menambah tekanan pada para pemimpin Iran saat mereka menghadapi salah satu periode tersulit dalam beberapa dekade terakhir, termasuk situasi ekonomi yang memburuk dan sulitnya air dan listrik di beberapa wilayah.