Inflasi Bulan Mei 2026 Capai 0,28 Persen

Selasa, 02/06/2026 12:35 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi bulan Mei 2026 sebesar 0,28 persen, sedangkan tingkat inflasi year to date (y-to-d) tercatat sebesar 1,35 persen.

Tekanan inflasi yang terekam dalam Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2026 (0,28 persen mtm) terpantau bergerak lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi pada April 2026 yang hanya mengalami inflasi sebesar 0,13 persen mtm.

Dengan capaian di bulan Mei tersebut, laju inflasi tahun kalender (Januari–Mei 2026) kini bertengger di angka 1,35 persen, sementara tingkat inflasi tahunan (year on year/yoy) menyentuh level 3,08 persen.

BPS menegaskan kembali bahwa kelompok pengeluaran yang menorehkan angka inflasi paling tinggi serta memberikan andil terbesar pada bulan ini disumbang oleh sektor transportasi, yakni dengan nilai inflasi 0,61 persen dan andil terhadap IHK sebesar 0,07 persen.

BPS memaparkan tinjauan khusus mengenai pergerakan sejumlah kelompok pengeluaran yang menjadi pendorong sekaligus peredam laju inflasi domestik sepanjang bulan Mei 2026. Dinamika harga komoditas pangan, energi, hingga instrumen investasi perhiasan menjadi faktor dominan yang mewarnai potret inflasi nasional.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan, di dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau, terjadi pergeseran fungsi komoditas yang mampu menahan pembengkakan inflasi lebih lanjut.

"Jadi pada Mei 2026, selain memberikan sumbangan andil inflasi, ada beberapa komoditas dari kelompok makanan, minuman dan tembakau yang juga memberikan andil peredam inflasi. Komoditas tersebut diantaranya adalah daging ayam ras, telur ayam ras dan bawang putih," tutur Pudji di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Berbanding terbalik dengan sektor pangan penyeimbang, sektor transportasi justru mencuat sebagai motor utama pendorong inflasi pada periode ini. Kelompok transportasi dilaporkan mengalami inflasi sebesar 0,61 persen dengan sumbangan andil inflasi terhadap IHK sebesar 0,07 persen.

TERKINI
Impor Indonesia Capai USD25,2 Miliar di April 2026 April 2026, Ekspor Indonesia Tumbuh 21,98 Persen Habiburokhman Puji Sikap Elegan Megawati Meski PDIP di Luar Pemerintahan Inflasi Bulan Mei 2026 Capai 0,28 Persen