Selasa, 16/12/2025 16:00 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelenggarakan Natal Bersama menjelang akhir tahun ini. Namun, ibadah sakral umat Kristiani ini tidak akan digelar secara terpisah antara Katolik dan Protestan, melainkan bersamaan dalam satu waktu.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di sela-sela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama di Gading Serpong, Tangerang, pada Selasa (16/12).
"Tahun ini kita akan satukan, tidak ada lagi Natal Katolik atau Protestan. Tidak ada lagi denominasi untuk melakukan Natal, sehingga satu kali saja Natal itu sudah selesai di kantor kita Kementerian Agama," kata Menag Nasaruddin.
"Biasanya dari Desember dan menyeberang sampai ke Januari masih ada kegiatan Natal. Tapi sekarang ini menjadi satu, disatukan Katolik-Protestan," dia menambahkan.
Yaqut Cholil Siap Buka-bukaan di Sidang Korupsi Kuota Haji
Menag Ajak Pertahankan Budaya Siri`, Cegah Lahirnya Konflik Sosial
Hoaks! Video Narasi Menag Bolehkan Korupsi Asal Sesuai Syariat dan Prosedur
Menag mengatakan bahwa keputusan ini diambil guna menjembatani berbagai perbedaan tradisi, doktrin, dan praktik ibadah di kalangan umat Kristiani dalam sebuah upacara bersama.
"Bahkan antara sesama Protestan itu sendiri kan juga ada denominasinya. Denominasinya itu akan juga menjadi satu," dia menambahkan.
Adapun terkait Natal tahun ini, Menag mengajak umat Kristiani tak hanya merayakan Natal, namun juga dapat mengambil hikmah dan pesan Natal.
"Bagi kita yang tidak ikut merayakan Natal, mari memberikan ruang dan kesempatan menjaga kondusifitas, saudara-saudara kita yang merayakan Natal, supaya mereka bisa khusyuk," kata Menag Nasaruddin.