Mendes Percepat Pemerataan Ekonomi Desa di Indonesia Timur Lewat Tekad

Kamis, 27/11/2025 21:12 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menekankan komitmen dalam memajukan pemberdayaan kampung sebagai pendorong utama pemerataan ekonomi nasional, khususnya desa-desa di Indonesia Timur.

Menurut Mendes Yandri, pemerataan ekonomi desa itu diharapkan mengoptimalkan potensi ini, sebab peningkatan kapasitas ekonomi desa di sektor pertanian dan perikanan di wilayah timur akan berkontribusi besar pada ketahanan pangan nasional.

Hal tersebut Mendes Yandri sampaikan saat melakukan penutupan agenda Farmer to Farmer Visit Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Hilton Garden Bali, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (27/11/2025).

"Maka saya titip pesan, kalau mau program Tekad ini berhasil dan tetap berlanjut, jangan kegiatan ini hanya untuk formalitas saja. Bapak Ibu harus berkomitmen setelah pulang dari Bali, ceritakan keindahan kesantunan Bali, tapi mencontohnya juga," kata Mendes Yandri dalam keterangan resmi. 

Lebih lanjut, Mendes Yandri juga berharap para Kader TEKAD dapat berperan mendukung peningkatan nilai tambah produk industri Desa-Desa di Indonesia Timur melalui optimalisasi teknologi digital seperti IoT, Big Data, dan AI demi terciptanya Bali yang lain di Indonesia Timur.

Pasalnya, kata mantan Wakil Ketua MPR RI ini, tanpa inovasi teknologi sektor industri tidaklah kompetitif dan bernilai tambah tinggi. Dan sederet proses ini didorong oleh peningkatan sumber daya manusia yang signifikan, inovasi yang berkelanjutan, dan infrastruktur yang memadai. 

"Memang kita bukan hanya sekedar program, bukan hanya bagi-bagi duit, bagi-bagi program terus hilang, nggak. Kita disitu ada pemberdayaan. Kemendes ingin sekali Desa-Desa (Lokus Tekad) itu seperti di Bali," jelas mantan Anggota DPR RI itu. 

Mendes Yandri juga meminta agar setiap insan Tekad dapat kompak selalu dan bahu-membahu lintas sektor dalam bersinergi-bergerak untuk menyukseskan program di desa-desa di Indonesia Timur.

Menurutnya, program ini juga bergantung pada sinergi lintas sektor, seperti kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat desa, untuk memastikan program tidak hanya berjalan secara top-down tetapi juga sebagai gerakan bersama.

"Tanah kita sudah subur, apa yang belum subur?, kekompakan kita, persatuan kita, kemauan kita yang belum subur.  Saya ingin sekali Bapak Ibu, ambil timba ilmunya, ATM. Amati, Tiru, dan Modifikasi," papar Menteri asal Bengkulu Selatan ini. 

"Kita ciptakan Bali-Bali yang lain. Kita ciptakan Desa Kopi dari Bali yang lain. Copy paste, nggak apa-apa," pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Staff Ahli Perekonomian Gubernur Bali, I Wayan Ekadina. Sementara yang mendampingi Mendes Yandri, Dirjen PEID Kemendes PDT, Tabrani, Penasihat Menteri Zainuddin Maliki, dan sejumlah Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Kemendes PDT.

TERKINI
10 Amalan yang Mendapatkan Pahala Setara Haji dan Umrah Doa Hari Sabtu yang Diajarkan dalam Islam 10 Film Terpopuler di Netflix Bulan Ini, Cocok untuk Temani Akhir Pekanmu Mengenal Gejala Awal Penyakit Malaria dan Cara Mencegahnya