Selasa, 17/09/2024 22:54 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Rencana pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dengan presiden terpilih Prabowo Subianto tinggal menunggu momentum. Pertemuan kedua tokoh tersebut akan dilakukan sebelum pelantikan presiden pada 20 Oktober 2024.
Demikian disampaikan Ketua DPP PDIP Said Abdullah, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/9). Menurutnya, pertemuan Megawati dengan Prabowo kemungkinan akan dilakukan sebelum pelantikan presiden terpilih yang sudah di depan mata.
"Pertemuan Ibu Ketua Umum dengan Bapak Prabowo presiden terpilih ini hanyalah menunggu momentum. Kita semua bersiap-siap untuk menyambut presiden terpilih dilantik tanggal 20 Oktober. Dan insyaallah sebelum pelantikan, Ibu Megawati akan bertemu dengan Bapak Prabowo," kata Said.
Meski demikian, kata Said, pertemuan Megawati dengan Prabowo tidak bisa ditafsirkan sebagai sikap PDIP akan bergabung dengan pemerintahan Prabowo. Menurutnya, PDIP di dalam maupun di luar pemerintah sama saja.
Kementrans Dorong Kawasan Transmigrasi Jadi Motor Baru Swasembada Pangan
Prabowo Pastikan Akan Fasilitasi Kebutuhan Daycare untuk Anak Buruh
DPR Apresiasi Komitmen Presiden Turunkan Potongan Tarif Ojol
"Maka kesimpulan itu tahan dulu. Kita menunggu bagaimana kedua beliau ini menyamakan visinya ke depan merawat Indonesia, memajukan Indonesia, memakmurkan kita semua, rakyat Indonesia," terang Said.
"Kalau itu punya kesamaan, insyaallah kami melihatnya bagi PDI Perjuangan, baik di dalam maupun di luar sama saja," tambahnya.
Kata Said, pertemuan kedua tokoh antara Megawati dengan Prabowo penting untuk merawat moralitas publik. Sehingga, tidak hanya membicarakan terkait dengan bagi-bagi kursi kekuasaan.
"Bertemunya ini untuk menunjukkan kepada publik, kepada kita semua, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Keuangan (Sri Mulyani) ini tadi (di Banggar DPR), bahwa sebenarnya politik itu merawat moralitas publik. Wahana merawat moralitas publik. Nah, itu penting bagi kedua pemimpin ini untuk bertemu," tegas Said.