Senin, 08/05/2017 18:10 WIB
Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyambut baik pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh pemerintah hari ini (8/5). Indonesia, menurut Haedar harus bebas dari ormas-ormas yang bertujuan mengubah dasar negara.
“Muhammadiyah sangat tegas dan jelas posisi ideologisnya, bahwa negara Pancasila itu Darul Ahdi wa Syahadah, yakni negara hasil konsensus seluruh kekuatan bangsa, dan harus diisi agar sejalan dengan jiwa, pikiran, dan cita-cita pendiri bangsa,” ujar Haedar saat dihubungi Jurnas.com, Senin (8/5) sore, Jakarta.
Karena itu, Haedar menegaskan agar seluruh warga, organisasi kemasyarakatan dan komponen bangsa menerima dasar-dasar negara, yang selama ini sudah menyatukan seluruh keberagaman yang terdapat di bumi ibu pertiwi.
“Tidak boleh ada yang bertentangan dengan prinsip dan keberadaan NKRI yang didirikan tahun 1945 itu,” kata Haedar.
Din Syamsuddin: Jangan Biarkan Perbedaan Politik Pecah Belah Umat
Haedar Nashir: Jangan Pertajam Perbedaan Lebaran, Utamakan Persatuan
Muhammadiyah: Idulfitri Momentum Berbagi dan Perkuat Persaudaraan
Muhammadiyah juga meminta agar selanjutnya pemerintah menyiapkan langkah-langkah konstitusional manakala HTI mengajukan gugatan ke pengadilan. Hal ini menyikapi adanya wacana gugatan atas keputusan pembubaran tersebut.
“Jika terdapat perbedaan maka ditempuh jalan peradilan. Langkah tersebut harus berlaku umum terhadap gerakan apapun yang berlawanan dengan dasar Pancasila dan UUD 1945,” terang Haedar.
Keyword : HTI Muhammadiyah Haedar Nashir Kemenkopolhukam