Legislator Demokrat: Proyek Bali Maritime Tourism Hub Harus Terintegrasi

Selasa, 23/04/2024 19:38 WIB

Jakarta, Jurnas - Proyek strategis nasional berupa Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Benoa, Bali diharapkan mampu mengintegrasikan semua sektor. Tidak hanya sebagai pelabuhan penumpang kapal, namun bisa juga sebagai pusat pariwisata.

Hal itu sebagaimana diutarakan Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron dalam keterangan resminya, Selasa (23/4).

Menurut dia, BMTH yang dibangun oleh PT. Pelindo sebagai leading sector belum optimal dibangun sebagai pusat wisata. Dalam pertemuan Komisi VI DPR RI dengan PT. Pelindo dan beberapa BUMN pendukung lainnya terungkap, konsep pembangunan MBTH mengintegrasikan semua sektor dari tranportasi laut, pariwisata, kuliner, dan pusat pertunjukan.

"Dulu di sini kita ingin membangun satu kawasan terintegrasi antara kawasan yang bisa didarati oleh kapal pesiar maupun yang privat," ungkap Herman Khaeron.

Selain itu, di MBTH juga bisa digelar banyak pertunjukan konser. Hanya saja, PT. Pelindo membangun kawasan konser hanya untuk kapasitas 10 ribu penonton. Itu dinilai Herman terlalu kecil. Luas areal konser harus diperluas, agar para wisatawan yang datang dengan kapal pesiar bisa berlama-lama tinggal di Bali untuk berwisata. Semua kebutuhan wisatwan juga harus terpenuhi di MBTH ini.

"Kita ingin membangun sebuah kawasan yang menjadi destinasi wisata baru, tempat orang datang. Nanti mereka bisa ke mana saja (di Bali). Bukan hanya untuk mengisi bahan bakar (kapal yang berlabuh), tapi mereka menikmati keindahan alam Bali yang sudah terkenal di dunia internasional. Nah, mereka nanti bisa tinggal 10 hari atau sebulan di sini," harap Anggota F-Partai Demokrat DPR itu.

Menurutnya, karena pembangunan proyek MBTH ini menggunakan uang negara, jadi tidak perlu tanggung-tanggung membangun kawasan ini. Apalagi, lahan yang tersedia masih sangat luas.

Kelak, di kawasan ini, lanjut Herman, semua fasilitas pendukung bagi para wisatawan akan terbangun. Dari fasilitas kesehatan sampai kuliner UMKM juga tersedia.

 

 

TERKINI
KPK Panggil Kadis PUPR Terkait Korupsi Proyek Mempawah Era Ria Norsan Legislator PKB Minta Petugas Disiagakan di Semua Perlintasan Sebidang Trump Tidak Puas dengan Usulan Iran Soal Selat Hormuz KPK Panggil Lagi Pengusaha Billy Beras Terkait Korupsi Proyek DJKA