Minggu, 24/12/2023 03:05 WIB
Washington, Jurnas.com - Pabrikan mobil asal Amerika Serikat (AS) Tesla recall atau penarikan kembali Lebih dari 120.000 kendaraan Model S dan Model X karena potensi risiko pintu yang tidak terkunci dan terbuka saat terjadi kecelakaan.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (23/12/2023), Tesla telah merilis pembaruan perangkat lunak secara over the air (OTA) untuk model yang diproduksi pada 2021-2023 yang tidak memenuhi standar keselamatan terkait perlindungan benturan samping,.
Dalam pengaduannya kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), Tesla melaporkan pihaknya mengamati pintu kabin terbuka setelah terjadi benturan pada sisi yang tidak terkena benturan selama uji tabrak rutin awal bulan ini.
Meskipun demikian, Tesla mengatakan tidak ada klaim garansi atau cedera yang diketahui terkait masalah ini.
CENTOM Sebut Hampir 400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran
Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental
Vidic Nilai Carrick Sosok yang Tepat Tangani Manchester United
Sebelumnya pada pekan lalu, Tesla telah menarik kembali 2,03 juta kendaraan untuk memasang perlindungan baru pada sistem bantuan pengemudi canggih autopilot, menyusul pernyataan NHTSA tentang masalah keselamatan.
NHTSA juga mengungkapkan rencananya untuk menguji pembaruan perangkat lunak atau perangkat keras yang dipasang Tesla pada kendaraan yang ditarik kembali terkait masalah autopilot.
Pusat Penelitian dan Pengujian Kendaraan di Ohio akan mengevaluasi solusi yang diimplementasikan oleh Tesla dengan mempertimbangkan insiden sebelum dan sesudah penerapan pembaruan tersebut.