Ahmad Sahroni Risau dan Ingin Negara Berantas Mafia Tanah di Jakarta

Selasa, 25/07/2023 12:49 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Sejumlah warga mengadu ke Polda Metro Jaya karena telah menjadi korban mafia tanah di Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim). Para warga itu mengaku rugi hingga Rp 6 miliar.

Seorang yang diadukan merupakan pria berinisial MDA. Tersangka bersama istrinya yang berprofesi notaris, diduga menggandakan sertifikat hak milik (SHM) tanah.

Hal ini kemudian membuat Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni angkat bicara. Menurutnya, kasus mafia tanah ini semakin marak terjadi di Indonesia, khususnya di Jakarta. Karenanya, polisi dalam hal ini Polda Metro Jaya perlu memberi perhatian khusus.

“Kasus mafia tanah di Jakarta ini membuat saya risau, karena semakin lama semakin mengkhawatirkan. Karenanya saya mendorong Polda Metro Jaya untuk betul-betul memberikan atensinya dalam menangani kasus ini,” kata Sahroni, kepada wartawan, Jakarta, Selasa (25/7).

“Pertama, tangkap komplotannya. Dalam hal ini, polisi bisa bekerjasama dengan Kemenkumham, khususnya Dirjen AHU untuk mengungkap para notaris nakal, karena saya yakin mereka punya datanya,” ujar Sahroni.

Selanjutnya, Sahroni juga meminta Polda Metro Jaya untuk mengungkap para beking dari mafia tanah tersebut. Dia meyakini, para mafia tanah bisa bergerak bebas karena mendapatkan dukungan dan perlindungan dari oknum-oknum terkait.

“Saya juga yakin mereka punya backing yang kuat, baik itu oknum di BPN, pemerintah daerah, atau bahkan aparat sekalipun. Inilah tantangan yang harus diselesaikan oleh Pak Kapolda Metro. Tangkap para beking ini sampai ke akar-akarnya,” tambahnya.

Ke depan, Sahroni berharap Polda Metro Jaya bisa lebih baik lagi dalam memberantas mafia tanah. Bahkan Sahroni tak segan “mematok” target tinggi pada Polda Metro Jaya terkait penanganan kasus mafia tanah di wilayahnya.

“Nanti Komisi III ingin lihat laporan kerja Polda Metro Jaya terkait penanganan kasus mafia tanah. Pastikan harus ada progress peningkatan dari waktu ke waktu,” demikian Sahroni.

TERKINI
NRC Sebut Gencatan Senjata Lebanon `Momen Harapan` bagi Warga Sipil Fellowship Tanoto Foundation Cohort Dibuka, Ini Kriteria dan Jadwalnya PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi