Rabu, 12/07/2023 23:05 WIB
Washington, Jurnas.com - Raksasa teknologi, Microsoft mengungkapkan bahwa peretas (hacker) China berhasil mengakses akun surat elektronik (surel) 25 organisasi dan lembaga pemerintahan.
Sekelompok peretas yang menamakan dirinya Storm-0558 memalsukan token autentikasi digital untuk mengakses akun webmail, yang beroperasi di layanan Outlook perusahaan. Menurut Microsoft, aksi ini dimulai sejak Mei lalu.
"Microsoft telah menghubungi semua organisasi yang ditargetkan atau dikompromikan secara langsung melalui admin penyewa mereka dan memberi mereka informasi penting untuk membantu mereka menyelidiki dan merespons," demikian keterangan Microsoft dikutip dari Reuters pada Rabu (12/7).
Microsoft tidak membocorkan organisasi maupun lembaga negara mana yang menjadi korban peretasan hacker China. Namun, dikatakan bahwa target peretas ialah Eropa Barat.
Bertemu Dubes China, Mendes Dorong Kerja Sama Pengentasan Daerah Tertinggal
PM Spanyol Minta China Ambil Peran Lebih Besar di Panggung Global
China Umumkan 10 Insentif Baru untuk Taiwan, Apa Saja?
Terkait hal ini, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Amerika Serikat (AS), Adam Hodge, mengatakan bahwa gangguan keamanan cloud Microsoft, memengaruhi sistem yang tidak terklasifikasi.
"Pejabat segera menghubungi Microsoft untuk menemukan sumber dan kerentanan di layanan cloud mereka," terang Adam.
Sementara itu, Kedutaan Besar China di London belum memberikan tanggapan ketika dimintai komentar melalui email. Beijing juga secara rutin menyangkal keterlibatan dalam peretasan.