Senin, 03/07/2023 10:15 WIB
Batang, Jurnas.com - Kementerian Ketenagakerjaan mendorong agar industrialisasi yang sedang berlangsung di Kabupaten Batang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara luas. Selain penyerapan tenaga kerja sektor formal, industrialisasi harus berdampak pada sektor informal seperti usaha kecil dan menengah (UMKM).
"Kuncinya adalah penguatan sektor informal dan mengintegrasikannya dengan kawasan industri", kata Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Caswiyono Rusydie, melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Senin (3/7/2023).
Sebagai salah satu bentuk dorongan tersebut, kata Caswiyono, Kemnaker melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang menggelar pelatihan produksi olahan daging di Padomasan, Reban, Batang. Pelatihan yang diselenggarakan bersama Komunitas Pedagang Hebat (KPH) Batang ini merupakan upaya untuk menggerakkan sektor informal yang mampu menopang industrialisasi.
Menurutnya, selain harus diadvokasi untuk mendapatkan akses terhadap modal dan pasar, para pelaku UMKM perlu dibekali kompetensi yang memadai untuk mengelola usahanya. "Pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha dan pedagang makanan olahan di Batang, agar produknya berdaya saing dan kayak dipasarkan ke kawasan industri," katanya.
HUT 27 Lampung Timur, Bupati Dorong Geliat Ekonomi Datangkan 1001 UMKM
KPK Telusuri Aset Eks Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan RPTKA
Legislator Minta Pemerintah Susun Kebijakan Seimbang untuk Rokok Elektrik
Senada Kepala BBPVP Semarang, Heru Wibowo, menyebut, pelatihan ini menyasar para ibu dan pedagang kecil yang menekuni kebutuhan pangan. Agar kemampuannya bertambah, usahanya meningkat dan ujungnya memajukan ekonomi masyarakat Kabupaten Batang.
“Tentunya, kita harapkan pelaku UMKM di Batang makin mandiri, berdaya di tengah industrialisasi. Tidak hanya sekedar jadi penonton,” ujarnya.