China Desak Belanda Tak Salah Gunakan Kontrol Ekspor

Sabtu, 01/07/2023 18:19 WIB

Beijing, Jurnas.com - Kementerian Perdagangan China mendesak Belanda supaya tidak menyalahgunakan kebijakan kontrol ekspor, dalam kaitannya dengan kerja sama bilateral industri semikonduktor.

Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu (1/7) dikutip dari Reuters. Dikatakan juga bahwa kedua negara telah sering berkomunikasi dan pada berbagai tingkatan mengenai topik tersebut.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Belanda sepakat menghantam produksi chip China dengan membatasi ekspor ke negara tersebut. Alasannya ialah guna mencegah teknologi kedua negara digunakan Beijing untuk memperkuat militer.

Belanda ingin membatasi peralatan tertentu yang diproduksi ASML Holding. Sedangkan AS lebih jauh lagi, menggunakan jangkauannya untuk menahan penjualan dari Belanda ke China.

Kebijakan AS melanjutkan pembatasan sebelumnya pada Oktober lalu, ketika Washington membatasi pengiriman alat pembuatan chip dari Lam Research and Applied Materials ke China dengan alasan keamanan nasional. AS juga melobi negara-negara lain untuk melakukan hal serupa.

Juru bicara Kedutaan Besar China, Liu Pengyu mengecam langkah tersebut. Dia menilai AS sengaja memblokade dan menghambat perusahaan China, juga secara paksa merelokasi industri.

"China akan mengikuti perkembangan dengan seksama dan dengan tegas menjaga kepentingan kami sendiri," tutur dia.

TERKINI
"Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung Mendes Yandri Ajak Setiap Ormas Punya Desa Binaan Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman