Sabtu, 18/04/2026 18:58 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Para astronom menemukan sebuah planet unik bernama Enaiposha yang menunjukkan karakteristik berbeda dari planet mana pun di Tata Surya. Temuan ini membuka perspektif baru tentang keragaman planet di luar sistem Matahari.
Planet yang juga dikenal sebagai GJ 1214 b ini sebelumnya diklasifikasikan sebagai mini-Neptune, yakni planet kecil dengan atmosfer kaya gas. Namun, pengamatan terbaru menunjukkan bahwa karakteristiknya lebih mirip Venus, hanya saja dalam ukuran yang jauh lebih besar—sehingga dijuluki “super-Venus”.
Penelitian ini memanfaatkan data dari James Webb Space Telescope (JWST) untuk menganalisis atmosfer planet tersebut, yang mengorbit bintang katai merah sekitar 47 tahun cahaya dari Matahari.
Dikutip dari Earth, Enaiposha diduga memiliki atmosfer yang sangat tebal, terdiri dari campuran hidrogen, helium, uap air, metana, dan karbon dioksida. Namun, lapisan kabut dan aerosol yang menyelimuti planet ini membuat pengamatan menjadi sangat sulit.
Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Lebih Pipih dari Perkiraan Selama Ini
Matahari Berotasi dengan Kecepatan Berbeda di Setiap Bagiannya, Kok Bisa?
Benarkah Bumi Satu-Satunya Planet yang Memiliki Oksigen?
Fenomena ini bahkan lebih ekstrem dibandingkan Venus, yang juga dikenal memiliki awan tebal yang menghalangi pengamatan permukaannya.
Ketika Enaiposha melintas di depan bintangnya, para ilmuwan mendeteksi perubahan kecil pada cahaya bintang yang melewati atmosfer planet tersebut. Analisis spektrum menunjukkan adanya jejak gas seperti karbon dioksida dan metana, serta indikasi atmosfer yang kaya logam.
Penelitian yang dipimpin oleh Everett Schlawin dari University of Arizona dan Kazumasa Ohno dari National Astronomical Observatory of Japan ini menunjukkan bahwa Enaiposha tidak sepenuhnya cocok dengan kategori planet yang ada saat ini.
Planet ini berada di “zona abu-abu” antara super-Earth dan mini-Neptune, sehingga memunculkan kemungkinan adanya jenis baru planet.
Sinyal karbon dioksida yang terdeteksi pun sangat lemah, sehingga membutuhkan analisis statistik mendalam untuk memastikan keberadaannya. Meski demikian, indikasi tersebut cukup untuk menunjukkan bahwa atmosfer planet ini jauh lebih kompleks dari perkiraan sebelumnya.
Meski kondisi di Enaiposha sangat panas dan tidak mendukung kehidupan, penelitian ini tetap penting. Pemahaman tentang atmosfer tebal dan berkabut seperti ini dapat membantu ilmuwan mempelajari planet lain yang lebih berpotensi layak huni.
Metode yang digunakan untuk menganalisis atmosfer Enaiposha diharapkan dapat diterapkan pada planet lain, terutama dalam mencari tanda-tanda udara yang dapat mendukung kehidupan.
Para ilmuwan menilai bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami struktur atmosfer, komposisi internal, serta asal-usul planet ini. Enaiposha juga dapat menjadi kunci untuk memahami bagaimana planet jenis sub-Neptune berevolusi dari waktu ke waktu.
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal The Astrophysical Journal Letters.