Sabtu, 01/07/2023 18:11 WIB
Berlin, Jurnas.com - Sejumlah koalisi di pemerintahan Jerman berselisih tentang penjualan jet tempur ke Arab Saudi. Demikian laporan media lokal yang mengutip sumber anonim pada Sabtu (1/7).
Kesepakatan yang dicapai antara Riyadh dan BAE System lima tahun lalu terkait pembelian 48 jet tempur, ditunda karena perang Yaman. Perang tersebut dipimpin oleh Saudi ketika melakukan intervensi pada 2015 silam.
Dikutip dari Reuters, Kanselir Olaf Scholz dari Partai Sosial Demokrat (SPD) berhaluan kiri dan Menteri Keuangan Christian Lindner mengizinkan penjualan. Sebaliknya, Partai Hijau dan sebagian dari SPD sangat menentang transaksi tersebut.
Padahal sebelumnya, Jerman berhenti menjual senjata ke Riyadh menyusul pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada 2018 silam, mengambil pendekatan yang jauh lebih keras daripada Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris.
Naik dari Tahun Lalu, Jumlah Jemaah Haji 2026 Sentuh Angka 1,7 Juta Orang
Kemenhaj Siagakan Mobile Crisis Rescue di Mina Respons Situasi Darurat
Cuaca Ekstrem, Saudi Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan Kaki Selama Haji
Pada 2018, Jerman yang saat itu dipimpin oleh Angela Merkel dan SPD, melarang penjualan senjata ke pihak manapun yang terlibat dalam perang di Yaman, kecuali untuk item-item tertentu yang telah disepakati sebelumnya.
Namun, sejak pemulihan hubungan Arab Saudi dan Iran yang dapat mengakhiri perang proksi di Yaman, Inggris berpendapat bahwa Jerman tidak dapat memblokir ekspor jet Eurofighter ke pihak ketiga.
Keyword : JermanJet TempurArab SaudiEurofighter