Negara Kaya Kumpulkan US$100 Miliar untuk Perbaikan Iklim

Jum'at, 23/06/2023 16:15 WIB

Paris, Jurnas.com - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyebut negara-negara kaya telah menunaikan janjinya dalam rangka komitmen perbaikan iklim, setelah terkumpul pendanaan sebesar US$100 miliar dalam KTT Paris pada Jumat (23/6).

Dana ini selanjutnya akan didistribusikan ke negara-negara berkembang untuk program pelestarian keanekaragaman hayati dan perlindungan hutan.

Macron menyampaikan laporan itu dalam panel terakhir pertemuan 40 pemimpin negara di Paris, termasuk para kepala negara asal Afrika, Perdana Menteri China, dan Presiden Brasil.

Dikutip dari Reuters, janji US$100 miliar sebenarnya jauh dari kebutuhan riil negara-negara miskin. Namun, Bank Dunia (World Bank) meminta setidaknya negara-negara kaya mengamankan total US$100 miliar sebagai hak penarikan khusus (SDR) untuk negara-negara rentan.

Dari $100 miliar SDR yang akan disalurkan kembali, Amerika Serikat (AS) belum mengesahkan undang-undang untuk melepaskan bagiannya, senilai lebih dari seperlima dari keseluruhan. Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pemerintahan Biden sedang berupaya mendapatkan persetujuan di Kongres.

"Para pemimpin muak dengan status quo, mereka menginginkan perubahan," kata Kepala Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Ngozi Okonjo-Iweala dalam puncak pertemuan tersebut.

"Para pemimpin setuju bahwa berbagai tantangan yang kita hadapi semuanya, terkait kemiskinan, perubahan iklim, dan ketahanan pangan berjalan beriringan. Negara berkembang membutuhkan pembiayaan tambahan dan dapat diakses dan mereka juga menginginkan transisi (iklim) yang adil," imbuh dia.

Diketahui, pandemi Covid-19 menyebabkan banyak negara miskin jatuh ke dalam kesulitan utang karena dituntut membayar kewajiban mereka meskipun ada guncangan besar di sektor keuangan.

TERKINI
Korban Tewas Banjir Nepal Tembus 1.385 Orang, Ribuan Lainnya Masih Hilang IRGC Sebut Sanksi Ekonomi Justru Rugikan AS Dibanding Iran Kian Nyetel, Carlos Espi Jadi Ancaman untuk Mbappe-Vinicius Korban Agresi Israel ke Palestina Terus Bertambah, Tembus 73.651 Orang