Senin, 19/06/2023 03:01 WIB
Tunis, Jurnas.com - Ratusan pendukung kelompok oposisi Tunisia melakukan unjuk rasa pada Minggu (18/6) kemarin. Mereka menuntut 20 tahanan politik dibebaskan, yang sebelumnya ditangkap karena menentang Presiden Kais Saied.
Dikutip dari AFP, sekitar 300 demonstran tampak membawa foto-foto para tahanan politik pemerintah dalam unjuk rasa yang digelar di pusat Kota Tunis. Sejak Februari, mereka yang ditahan termasuk mantan menteri dan tokoh bisnis.
"Kebebasan! Kebebasan!" demikian bunyi teriakan para pengunjuk rasa, yang juga menuntut pemilihan umum sebelum Oktober 2024.
Ketua Partai Islamis Ennahdha, Rached Ghannouchi merupakan salah satu tahanan politik. Padahal, sebelum kekuasaan direbut Saied, partai ini menjadi yang terbesar di parlemen Tunisia.
Xi Jinping Bakal Temui Pemimpin Partai Oposisi Terbesar Taiwan
Junta Militer Beri Amnesti untuk 7.000 Tahanan Penentang Pemerintah
Mantan PM Tunisia Ali Larayedh Divonis 24 Tahun Penjara
"Mereka dipenjara karena menggunakan hak mereka yang sah untuk berbeda pendapat," kata Ahmed Nejib Chebbi, pemimpin koalisi oposisi Front Keselamatan Nasional dalam orasinya di tengah unjuk rasa.
Diketahui, pada Maret lalu, Parlemen Eropa mengecam Saied yang dinilai otoriter. Namun, sang presiden beralasan bahwa para tahanan politik itu teroris yang terlibat dalam konspirasi melawan keamanan negara.
Aparat kontraterorisme pada Jumat pekan lalu juga menginterogasi Ghannouchi selama tiga jam, sebagai bagian dari penyelidikan atas tuduhan yang disebut Saied terhadap politisi itu.
Keyword : Oposisi Tunisia Tahanan Politik Kais Saied