Jum'at, 16/06/2023 18:37 WIB
Beijing, Jurnas.com - Produsen chip Amerika Serikat (AS), Micron, menginvestasikan lebih dari US$600 juta untuk pabrik pengepakan dan pengujian di China, kurang dari sebulan usai Beijing melarang perusahaan raksasa itu berhenti dari proyek infrastruktur penting.
"Proyek investasi ini menggarisbawahi komitmen teguh Micron untuk bisnis kami di China, dan anggota tim China kami," kata CEO Micron, Sanjay Mehrotra, dikutip dari AFP pada Jumat (16/6).
Sanjay mengatakan, Micron akan membeli peralatan pengemasan chip dari Licheng Semiconductor yang berbasis di Xi`an, yang sebelumnya mengoperasikan beberapa peralatan di fasilitas perusahaan AS berdasarkan perjanjian sebelumnya.
"Investasi ini sejalan dengan konsep pengemasan dan pengujian global Micron dan akan memberi perusahaan fleksibilitas untuk memproduksi portofolio produk yang luas di Xi`an," ujar perusahaan itu dalam pernyataan resminya di platform WeChat.
Wanita di China Lempar Uang Setara Rp2,5 Miliar dari Balkon Apartemen
China Anggap Wajar Aktivitas Militer dekat Perairan Taiwan
Bertemu Dubes China, Mendes Dorong Kerja Sama Pengentasan Daerah Tertinggal
Micron menambahkan bahwa produsen chip itu akan membangun fasilitas baru dengan lini produksi chip mobile DRAM, NAND dan SSD.
Diketahui, sekitar 10 persen dari pendapatan tahunan Micron sebesar $30,8 miliar tahun lalu berasal dari China. Sebagian besar produk Micron yang dijual di negara itu dibeli oleh pabrikan asing.
Oleh karena itu, pengawas keamanan siber China bulan menyebut Micron gagal dalam tinjauan keamanan nasional. Para operator pengguna chip Micron, diminta berhenti membeli produk tersebut.
Keyword : Micron Perusahaan Chip China Amerika Serikat