Selasa, 06/06/2023 13:39 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Partai Gerindra terbuka kemungkinan untuk pasangkan Prabowo Subianto dengan Erick Thohir.
Jika ini terjadi maka memicu gelombang diskusi baru tentang masa depan koalisi. Keputusan ini bisa berdampak besar pada PKB, dan mereka sekarang sedang mempertimbangkan pilihan alternatif untuk koalisi mereka.
Dengan begitu banyak ketidakpastian di udara, sulit untuk memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya.
Namun, satu hal yang pasti – PKB akan berpikir keras tentang langkah selanjutnya dan cara terbaik untuk memposisikan diri dalam lanskap politik yang berubah ini.
Prabowo Sidak Gudang Bulog di Magelang
Konsisten Memperjuangkan Pesantren, Fraksi PKB DPR RI Raih KWP Award 2026
Dianugerahi KWP Awards 2026, Lalu Komit Kawal Pendidikan Nasional
Menanggapi pernyataan Gerindra yang akan mempertimbangkan Erick Thohir yang disodorkan oleh PAN menjadi Bacawapres, Umar Hasibuan Caleg PKB mengingatkan.
"Tentunya pernyataan Gerindra itu tidak bijaksana dan menyakiti karena selama ini Gus Imin dan PKB terus mengkonsolidasikan jaringan untuk Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya," kata Umar.
Bukan sekali ini saja Prabowo terkesan membuat langkah sendiri ketika Gus Imin dan PKB masih menjunjung tinggi kesepakatan Gerindra - PKB.
Bila memang Gerindra menunjukkan langkah meninggalkan kesepakatan, Gus Umar berpendapat PKB tentunya juga punya alternatif Koalisi lainnya.
Misalnya dengan merapat ke PDIP atau bahkan misalnya membentuk Koalisi baru Golkar - PKB - Demokrat.
Mengingat kedekatan hubungan Gus Imin dengan SBY.