Jum'at, 07/04/2023 09:45 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - China memberikan sanksi baru terhadap duta besar de facto Taiwan untuk Amerika Serikat (AS), Hsiao Bi-khim setelah kunjungan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen ke AS.
Menurut media pemerintah Tiongkok pada Jumat (7/4), Hsiao dan anggota keluarganya akan dilarang memasuki daratan Tiongkok, Hong Kong, dan Makau. Sementara perusahaan yang terhubung dengan Hsiao tidak akan diizinkan untuk bekerja dengan organisasi dan individu daratan.
Kantor Urusan Taiwan China mengumumkan sanksi tersebut setelah Tsai, yang Partai Progresif Demokratiknya mendukung identitas Taiwan yang terpisah dari China daratan, bertemu dengan Ketua DPR AS Kevin McCarthy di California, yang memicu kecaman dari Beijing.
China mengklaim Taiwan yang diperintah sendiri sebagai bagian dari wilayahnya dan mengancam akan menyatukan kembali pulau itu dengan daratan dengan paksa jika perlu.
Kemenlu Palestina Desak Gencatan Senjata Secara Menyeluruh
Trump: Satu-satunya yang Memutuskan Gencatan Senjata Adalah Saya
10 Poin Tuntutan Iran ke Amerika Serikat untuk Akhiri Konflik
Beijing memberlakukan sanksi terhadap Hsiao dan beberapa pejabat Taiwan lainnya pada Agustus setelah mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi pulau itu.
Taiwan telah menjalin hubungan yang lebih dekat dengan AS di bawah Tsai di tengah meningkatnya kekhawatiran akan invasi China, meskipun Washington, seperti kebanyakan pemerintah, tidak secara resmi mengakuinya sebagai sebuah negara.
Taiwan hanya memiliki 13 sekutu diplomatik yang tersisa setelah Honduras bulan lalu memutuskan hubungan demi mengakui Beijing, yang menolak mempertahankan hubungan resmi dengan negara mana pun yang mengakui Taipei.
Sumber: Al Jazeera