Senin, 27/03/2023 16:49 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kalangan dewan mengingatkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD untuk totalitas dalam mengungkap transaksi mencurigakan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman menegaskan, dugaan transaksi mencurigakan tersebut harus diungkapkan secara terang benderang ke publik.
"Jadi bukan ada perbedaan saya dengan Mahfud. Tapi jangan setengah-setengah. Jangan mencla-mencle," kata anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (27/3).
Benny kemudian menantang balik Mahfud MD untuk transparan dalam membuka seluruh data transaksi mencurigakan tersebut dalam rapat bersama Komisi III DPR, 29 Maret mendatang.
MSF Sebut Wabah Ebola di RD Kongo Sangat Mengkhawatirkan
WHO Minta Pembatasan Perjalanan Akibat Ebola Ditinjau Ulang
Odegaard Tetap Bangga Meski Arsenal Gagal Juara Liga Champions
"Kalau dia bilang menantang, saya justru menantang, Mahfud harus berani membuka seluru datanya. Ini DPR melindungi dia," kata dia.
Di sisi lain, Benny menyesalkan sikap Mahfud yang hanya mengungkap temuan ini ke publik. Menurut dia, Mahfud seharusnya melaporkan transaksi mencurigakan itu ke aparat penegak hukum.
"Dan kalau lapor ke Presiden akan ketemu solusinya. Lalu apa jalan terakhirnya? Nanti laporkan ke publik. Berarti frustasi si Mahfud ini. Akan kita dukung dia," demikian Politikus Partai Demokrat ini.
Sebelumnya, Mahfud menantang Benny soal temuan dana mencurigakan senilai senilai Rp349 trilun di Kemenkeu. Mahfud berjanji akan memberikan data detail dalam rapat dengan Komisi III DPR yang diagendakan pada Rabu, 29 Maret 2023.