Selasa, 21/02/2023 11:24 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - China dan Hongaria siap bekerja sama untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina. Kedua nagara tersebut juga mengajak negara-negara yang cinta damai untuk turut serta.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengatakan tersebut saat berkunjung ke Budapest di tengah ketegangan atas tuduhan Amerika Serikat (AS) bahwa Beijing sedang mempertimbangkan untuk mempersenjatai Rusia dalam perangnya melawan Ukraina.
"Tiongkok dan Hongaria dengan senang hati bekerja sama dengan negara-negara cinta damai lainnya untuk mengakhiri perang saat ini secepat mungkin," kata Wang Yi.
"Kami ingin para pihak kembali ke meja perundingan," tambahnya, mengulangi seruan untuk mendukung proposal China untuk mengakhiri perang.
Taiwan Desak China Akui Insiden Berdarah Tiananmen 1989
China Minta AS dan Iran Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata
Komisi II DPR Gandeng China untuk Pembangunan dan SDM Daerah
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto mengatakan dia menyambut posisi China, yang berusaha untuk membangun perdamaian secepat mungkin.
Wang juga memuji "kebijakan ramah China" pemerintah Hongaria, berterima kasih kepada Budapest karena "mendukung posisi sah China di forum internasional dan multilateral".
"Meskipun China dan Hungaria secara geografis berjauhan", hubungan mereka "berkembang sangat baik," tambah Wang.
Pada hari Minggu, Perdana Menteri Hongaria, Viktor Orban mengundang Wang untuk makan malam pribadi, lapor kantor berita Hongaria MTI.
Protes lingkungan meletus baru-baru ini atas pabrik baterai kendaraan listrik lithium-ion Cina yang sedang dibangun di kota terbesar kedua Hongaria, Debrecen.
Orban sangat tertarik untuk merayu produsen asing dan mempromosikan negara tersebut sebagai pusat global untuk baterai EV.
Wang, yang telah mengunjungi beberapa ibu kota Eropa dalam beberapa hari terakhir dan menghadiri Konferensi Keamanan Munich, selanjutnya akan menuju ke Moskow.
Sumber: AFP
Keyword : Perang Rusia UkrainaChinaHongaria