Senin, 20/02/2023 07:48 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menuduh musuh bebuyutan Iran menyerang sebuah kapal tanker minyak yang terkait dengan Israel awal bulan ini.
"Di front Iran, upaya kami tak henti-hentinya karena alasan sederhana bahwa tindakan agresi Iran tak henti-hentinya," kata Netanyahu pada Minggu di awal rapat kabinet mingguannya.
"Minggu lalu Iran kembali menyerang sebuah kapal tanker minyak di (wilayah) Teluk dan menyerang kebebasan navigasi internasional," katanya.
Campo Square, kapal tanker produk berbendera Liberia, pada 10 Februari ditabrak oleh objek udara saat berada di Laut Arab, sekitar 300 mil laut (555 kilometer) lepas pantai India dan Oman, menurut Eletson, perusahaan Yunani yang mengelola kapal.
Iran Tawarkan Pembukaan Jalur Alternatif di Selat Hormuz, Ini Syaratnya
Panglima Militer Pakistan Tiba di Iran Bawa Pesan Rahasia dari AS
Dorong Gencatan Senjata, Trump Sebut Israel dan Lebanon Bertemu Hari Ini
"Baik kapal dan awaknya aman dan melanjutkan perjalanan sesuai rencana. Ada kerusakan kecil pada kapal," katanya.
Seorang juru bicara Eletson mengatakan perusahaan Liberia yang memiliki Campos Square "terkait" dengan Zodiac Maritime, perusahaan pelayaran Inggris yang didirikan dan diketuai oleh seorang Israel, Eyal Ofer.
Iran telah terlibat dalam perang bayangan dengan Israel selama bertahun-tahun. Teheran menuduh Israel berada di balik serangkaian serangan sabotase dan pembunuhan yang menargetkan program nuklirnya.
Iran dan Barat juga berselisih mengenai aktivitas nuklir Teheran dan pasokan senjatanya, termasuk drone bunuh diri jarak jauh, untuk perang Rusia di Ukraina. Teheran menuduh Israel berada di balik serangan pesawat tak berawak Januari di situs kementerian pertahanan di provinsi Isfahan tengah Iran.
Pada bulan November, Israel dan Amerika Serikat (AS) menyalahkan Iran atas serangan pesawat tak berawak di sebuah kapal tanker di lepas pantai Oman. Kapal tersebut dioperasikan oleh perusahaan milik Idan Ofer, saudara Eyal.
Sebuah kapal yang dioperasikan oleh Zodiac Maritime ditabrak oleh pesawat tak berawak di lepas pantai Oman pada Juli 2021, menewaskan dua awak kapal, dalam serangan yang diduga dilakukan Iran.
Israel telah lama mengatakan bersedia menyerang sasaran Iran jika diplomasi gagal mengekang program nuklir atau rudal Teheran, tetapi tidak mengomentari insiden tertentu.
Pembicaraan antara Iran dan kekuatan dunia untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 terhenti sejak September tahun lalu. Di bawah pakta tersebut, yang ditinggalkan oleh AS pada tahun 2018, Teheran setuju membatasi pekerjaan nuklir dengan imbalan pelonggaran sanksi.
Sumber: Al Jazeera