China Menentang Pembatasan Harga Minyak Rusia

Senin, 05/09/2022 17:25 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - China menyuarakan penentangannya terhadap pembatasan harga minyak Rusia pada Senin, setelah Menteri Keuangan Kelompok Tujuh sepakat pekan lalu memberlakukan pembatasan tersebut untuk mengurangi kemampuan Moskow mendanai perangnya di Ukraina.

China menolak untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina dan tidak diharapkan untuk mendukung langkah tersebut, mengingat kekhawatirannya atas keamanan energi, yang semakin bergantung pada impor minyak Rusia.

"Minyak adalah salah satu komoditas global dan sangat penting untuk menjamin keamanan pasokan energi global," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning pada konferensi pers reguler.

"Kami berharap negara-negara terkait akan melakukan upaya konstruktif untuk meredakan situasi melalui dialog dan konsultasi, bukan sebaliknya," tambahnya.

Negeri Tirai Bambu telah menjadi salah satu pembeli terbesar minyak Rusia yang didiskon besar-besaran karena Eropa memangkas impor.

Rusia adalah pemasok minyak utama China selama tiga bulan hingga Juli, karena penyulingan independennya meningkatkan pembelian pasokan yang didiskon sambil memotong pengiriman dari pemasok saingan seperti Angola dan Brasil.

Impor dari Rusia dalam tujuh bulan pertama tahun ini mencapai 48,45 juta ton, naik 4,4 persen pada tahun tersebut.

Sumber: Reuters

TERKINI
Hari Konsumen Nasional Diperingati 20 April, Ini Sejarah hingga Tujuannya 20 April 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini Liam Delap: Chelsea Tak Pantas Kalah dari Manchester United Caicedo: Chesea Belum Menyerah Kejar Tiket Liga Champions